Headlines News :

DPW SPA Priode 2011 – 2016 Aceh Tamiang Dilantik

Written By Suara Tamiang on Minggu, 31 Juli 2011 | 10.38

Foto | Rico F
Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Aceh ( DPP-SPA) melantik DPW SPA Aceh Tamiang (27/7) di Guest House Pertamina Rantau. Berdasarkan SK no. 64/DPP- SPA/VI/2011 yang di keluarkan di Banda Aceh tertanggal 11 juni 2011, dengan telah di keluarkan SK baru dan pelantikan ini, maka Pengurus SPA yang lama sudah tidak berlaku lagi. 

Pada pelantikan itu turut hadir, ketua DPP SPA  pusat H. Abu Wahab H. Ibrahim, Bupati aceh Tamiang yang di wakili oleh Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Drs. Amirullah WD, M.Si, Para Kadis, dan Muspika Kecamatan Rantau serta para undangan. 

Bupati Aceh Tamiang, Drs. H. Abdul Latif yang di wakilkan oleh Kepala Disnakertrans yang juga melantik pengurus  sebelumnya, mengatakan pembentukan serikat ini pada dasarnya Pemkab Aceh Tamiang menyambut baik dan mendukung. Karena serikat ini bekerja untuk orang banyak dan memperjuangkan nasib para pekerja (buruh) dengan di bentuk nya serikat ini di harapkan keluhan dan aspirasi para pekerja dapat tertampung,  

Sementara itu ketika ditemui di Bendahara, Kamis (28/7), ketua DPW SPA Aceh Tamiang Zulham Minal yang akrab disapa Wak Jon, yang di dampingi oleh Sekretaris Umum Alamsyah Putra, mengatakan bahwa tujuan dari SPA (serikat pekerja aceh) untuk melindungi hak–hak para pekerja (UMP) sesuai dengan aturan program Pemerintah Aceh. 

SPA juga termaktub dalam perjanjian damai MoU Helsinki, Finlandia tahun 2005, sehingga SPA langsung berada dibawah ILO (International Labour Organization) sebagaimana yang telah di atur oleh dalam UU PA No. 11/2006 pasal 177. SPA bukan lembaga pribadi tetapi lembaga yang dapat menampung aspirasi para pekerja, yang meliputi karyawan, pembantu rumah tangga sampai perlindungan anak, kata Wak Jon.

Masih menurutnya, untuk kedepan lembaga ini akan mengadakan konsolidasi organisasi serta membentuk anak – anak cabang di tingkat kecamatan sampai tingkat Kampung. Sedangkan program yang akan di lakukan antara lain mendata ulang jumlah pekerja di Aceh Tamiang dan upah yang di terima oleh para pekerja itu, dan konsolidasi antar pengurus. Wak Jon juga menekankan agar seluruh pengurus dan anggota didalam organisasi SPA ini jangan mengedepankan kepribadian, bila ada kedapatan maka akan dikenakan sanksi dari DPW SPA Aceh Tamiang, tegasnya.

Adapun Susunan DPW SPA Aceh Tamiang meliputi, Ketua Umum Zulham Minal, ketua I, Budiansyah, Ketua II Saiful Azhar, Ketua III agus salim, Ketua IV Abd Rahman, Ketua V Samsuddin Hamid, Sekretaris Umum Alamsyah Putra, Sekretaris I Edi Junaidi Al Boqdad, Sekretaris II Siti Rahila, Sekretaris III, Hermansyah putra, Bendahara Umum Miftahul jannah, bendahara I Saiful B Samsuddin, Bendahara II Siska Darma yanti. Koordinator Umum M. Yusuf rasyid ( Ayah Ubit ), Koordinator I Yusuf, M. Koordinator II Riyanto. J, Koordinator III Sabri, Koordinator IV Muliadi, Koordinator V. T. Alam Syah.
Sumber : Rico F

Demi Sarapan Gratis, Remaja Bunuh Mantan Pacarnya

Ilustrasi | Google
Remaja asal Inggris yang berusia 15 tahun ditangkap karena membunuh mantan pacarnya demi mendapatkan sarapan gratis.

Joshua Davis mengirimkan SMS ke kawannya yang berisikan, "Apa yang akan kau lakukan, bila saya membunuhnya (mantan pacar Joshua)?"

Kawan Joshua mengira ini adalah sebuah lelucon dan dirinya pun menjawab akan mentraktir Joshua sarapan. Joshua pun menjawab, "Waktu telah tiba."

Joshua mengkontak mantan pacarnya Rebecca Aylward lewat SMS dan memintanya agar menemuinya di hutan. Joshua membawa Rebecca ke hutan dan menghantam kepala gadis itu dengan batu. Demikian seperti diberitakan The Star, Kamis (28/7/2011).

Setelah Joshua mendapat sarapan gratisnya dari kawannya, Joshua menceritakan pembunuhan terhadap Rebecca dan dirinya dianggap membual oleh teman-temannya. "Saya coba mematahkan lehernya, namun dia berteriak, lalu saya mengambil batu dan memukulkannya di kepalanya."

Setelah membunuh mantan pacarnya, Joshua menonton film "No Country for Old Men" di rumah bibinya. Kamera CCTV di kota berhasil menangkap rekaman pembunuhan Rebecca di hutan.

Meski demikian, Joshua menampik tuduhan pembunuhan itu dan mengklaim, kawannya lah yang membunuh Rebecca. Pengadilan pun dilanjutkan.

Rebecca dan Joshua putus karena Joshua mengklaim Rebecca mempermainkannya dengan menyatakan bahwa dirinya hamil dan akan melapor polisi atas perkosaan yang dilakukan oleh Joshua.

"Ini adalah pembunuhan terhadap seorang remaja, di saat hujan dan korban tersungkur di hutan. Korban mengenakan pakaian yang baru saja dibeli beberapa hari sebelum kepalanya dihantam batu," demikian paparan yang diucapkan oleh Jaksa.

Namun pelaku tidak mengakui perbuatannya tersebut dan menuduh temannya yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.
Sumber : Okezone

Camat Larang Pasar Malam Beroperasi

Ilustrasi | Google
Agar umat Islam khusuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, maka Pemerintah Kecamatan Karang Baru tidak memberi izin tempat hiburan pasar malam di samping Istana Karang Kampung Bundar Kecamatan Karang Baru, kata Asrul, BA, Camat Karang Baru saat di hubungi via seluler di Karang Baru, Jum’at (29/7).


Hal tersebut dilakukan "Tidak hanya hiburan pasar malam di lapangan terbuka seperti di samping Istana Karang Kampung Bundar Kecamatan Karang Baru, mulai 1 Agustus nanti seluruh tempat hiburan malam juga tidak boleh melaksanakan aktivitasnya," kata Asrul, BA, Camat Karang Baru di Medang Ara.

Menurutnya, hiburan pasar malam tersebut tidak ada izin dan sudah diperintah bongkar melalui Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tamiang. Hiburan atau pertunjukan rakyat seperti konser musik, organ tunggal yang dilaksanakan di lapangan terbuka pada malam hari tidak dibenarkan. "Siapa pun yang mengabaikan imbauan itu akan mendapat sanksi, kita berharap warga dapat lebih istiqamah menjaga kemurnian dan kekusyukan dalam beribadah selama  Ramadhan," katanya.

Camat Karang Baru itu juga menghimbau rumah makan juga harus ditutup sejak imsak hingga pukul 16.30 WIB. "Demi kekhusyukan pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam tidak ada pengecualian, semua warung yang berada di lokasi terbuka dan tempat umum, dilarang beroperasi dari pagi hingga menjelang sore," ujarnya.

Ia juga meminta warga nonmuslim baik pendatang atau yang berdomisili di Karang Baru untuk menghormati dan menghargai umat islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa, tegasnya.

Sumber : Rico F

IPK Dan PEWARTA Desak Mutasi Pejabat Aceh Tamiang

Ilustrasi | Google
Ikatan Pemuda Karya, melalui Ketuanya Bambang Irawan di Kualasimpang, mendesak kepada Pejabat Bupati Drs. H. Abdul Latief untuk segera memutasi pejabat di sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten. Ketua DPD IPK Tingkat II  Kabupaten Aceh Tamiang juga menyesalkan belum dilaksanakannya mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua DPD IPK Bambang Irawan mendesak Bupati Drs. H. Abdul Latief untuk tidak menunda-nunda mutasi pejabat yang telah direncanakan pada Bulan Juli 2011. Alasannya, jika mutasi molor akan membuat pelayanan pada masyarakat akan terganggu. "Jangan sampai mutasi kemudian dipaksa molor. Kalau ini yang terjadi akan mengganggu pelayanan publik," ujarnya.

Mutasi penting karena selain untuk menghindari kejenuhan, kata Bambang, juga untuk menghindari keasyikan duduk di kursi kepala dinas selama bertahun-tahun. Rencananya, mutasi tersebut bakal berlangsung pada bulan Juli ini. Namun sampai minggu ke empat Bulan Juli 2011 belum ada tanda-tanda pelaksanaan mutasi pejabat di lingkup Pemkab Aceh Tamiang.

Seruan tentang penataan birokrasi juga disuarakan PEWARTA (Persaudaraan Wartawan Aceh Tamiang) melalui Ketua Saiful Alam, SE. "Kami sependapat, peningkatan kinerja birokrasi merupakan strategi dan kebijakan sangat penting untuk menciptakan tatanan birokrasi yang dinamis dan efektif," katanya.

PEWARTA menilai, perlu diciptakan ruang 'pilot project' yang dimulai dari lingkungan Sekretariat Daerah. "Hendaknya, Sekretariat Daerah diisi oleh PNS yang profesional dan kredibel melalui pola rekrutmen asisten, kepala bagian, kepala sub bagian dari para pejabat yang memiliki kinerja bagus," kata Saiful.


Prioritas pembenahan birokrasi mendesak, menurut PEWARTA, dikarenakan munculnya kehidupan birokrasi yang kurang sehat. Ini tercermin dari rendahnya motivasi kerja, lemahnya koordinasi antar SKPK, menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat yang ditandai banyaknya keluhan, serta kompetisi tidak terukur dan tidak terkendali dalam proses promosi, mutasi, dan rotasi.

Sumber : Rico F

Harga Daging Meugang di Tamiang Mencapai Rp. 100.000/Kg


Foto | Google
Harga daging meugang di Aceh Tamiang bervariasi antara Rp. 80 ribu hingga Rp. 100 ribu/kg. Hasil pantauan suara-tamiang.com, harga daging pagi hari minggu (31/7) di pasar Opak Rp. 90 ribu/kg, sementara harga daging kemarin sabtu (30/7) atau meugang pertama masih Rp. 80 ribu/kg. 


Seorang pedagang daging, Reza mengatakan, harga daging meugang kali ini mencapai Rp. 90/kg karena tingginya harga beli lembu. Bila dibandingkan dengan harga beli lembu seharusnya harga daging idealnya sekitar Rp. 100 ribu/kg nya, tetapi melihat daya beli masyarakat yang masih rendah harga daging terpaksa dipasarkan Rp. 80 ribu/kg, dan ini sangat riskan bagi pedagang daging karena bisa-bisa tidak mendapatkan keuntungan, demikian menurut Reza.


Sementara itu harga daging di wilayah lain di Aceh Tamiang ada yang mencapai Rp. 100 ribu/kg, seperti di Pulau Tiga, menurut seorang warga bernama Usman, harga daging mencapai Rp. 100 rb/kg.


Menurut sumber lainnya mengatakan di Seruway harga daging Rp. 100 ribu/kg, di Tualang Cut Rp. 90 rb/kg, Karang Baru/Kede Besi Rp. 80 ribu/kg, rantau 95 rb/kg dan kota Kualasimpang harga daging Rp. 90 rb/kg nya.

Sumber : Suara-Tamiang.com

Pria Afsel Terbangun setelah 21 Jam Dimasukkan ke Kamar Mayat

Written By Suara Tamiang on Sabtu, 30 Juli 2011 | 18.34

Ilustrasi | Google
Seorang pria Afrika Selatan terbangun mendapati dirinya berada dalam sebuah peti es kamar mayat hampir sehari setelah keluarganya mengira dia telah meninggal.

Jurubicara departemen kesehatan Afrika Selatan Sizwe Kupelo mengatakan Senin bahwa pria tersebut terbangun pada Minggu sore, 21 jam setelah keluarganya menghubungi seorang pengurus mayat yang kemudian membawanya ke kamar mayat menyusul serangan asma.

Pemilik kamar mayat itu Ayanda Maqolo mengatakan dia mengutus supirnya untuk mengambil mayat tadi tak lama setelah keluarga tersebut melaporkan kematian dimaksud. Maqolo mengatakan dia memperkirakan pria tadi berusia sekira 80 tahun.

"Ketika dia sampai di tempat, supir lantas memeriksa jenazah itu, memeriksa detak nadi, mencari detak jantung, namun tak menemukannya," ungkap Maqolo kepada AP.

Minta Tolong
Namun sehari setelah staf menempatkan mayat dimaksud dalam kompartemen berpendingin yang digembok, para pekerja kamar mayat tadi mendengar seseorang berteriak-teriak minta tolong. Mereka mengira suara itu hantu, ucap pemilik kamar mayat tersebut.

"Saya tidak dapat mempercayainya!" ucap Maqolo. "Saya juga takut. Tapi mereka adalah pegawai saya dan saya harus menunjukkan pada mereka bahwa saya tak takut, jadi saya memanggil polisi."

Setelah tiba di tempat, para petugas polisi lantas memasuki kamar mayat itu bersama-sama. "Saya senang karena para petugas membawa senjata api, kalau-kalau sesuatu akan melawan kami," ungkap Maqolo.

Pucat
Dia menjelaskan pria itu pucat ketika mereka mengeluarkannya dari peti es tersebut.

"Dia bertanya, ‘Bagaimana saya bisa ada di sini?’" papar Maqolo menirukan ucapan pria tadi.

Departemen kesehatan mengatakan pria itu selanjutnya dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat untuk diperiksa dan kemudian dibolehkan dibawa pulang oleh dokter-dokter yang menilai dia stabil.

Jubir departemen kesehatan Kupelo mendesak masyarakat Afrika Selatan agar menghubungi para pejabat kesehatan untuk mengonfirmasikan bahwa sanak keluarga mereka memang sudah meninggal.

Keluarga pria tadi diberi tahu bahwa dia masih hidup ketika mereka bertemu untuk mengatur segala sesuatu buat acara penguburannya. Mendengar itu, mereka jadi sangat terkejut bercampur gembira. Mereka sangat senang pria itu pulang ke rumah, tutur Maqolo.

Namun Maqolo bilang pria tersebut masih mencoba untuk pulih dari pengalaman yang traumatis itu.

"Saya tidak dapat tidur semalam, saya dihantui mimpi-mimpi buruk," ucap pria tadi. "Tapi hari ini saya sudah berada jauh lebih baik." 

Sumber : Harian Analisa

Nikahkan Anjing Habiskan Dana Rp 283 Juta

Foto | Google
Louise Harris (32), seorang pemilik anjing yang sangat boros, rela mengeluarkan kocek hingga 20 ribu poundsterling atau sekira Rp283 juta untuk menciptakan sebuah perayaan pernikahan mewah bagi anjingnya.

Louise mengundang 80 tamu untuk hadir ke pesta anjing jenis Yorkshire Terrier, Lola, miliknya yang menikah dengan Mubly, seekor anjing Chinese Crested, yang bertitel “Anjing Terburuk di Inggris”.

Perayaan tersebut berlangsung secara gedung besar di Essex dengan konsep outdoor. Untuk harga sewa tempatnya saja senilai 2.500 poundsterling atau sekira Rp35 juta.

Di pestanya tersebut, Lola memakai gaun pengantin seharga 1.000 poundsterling atau Rp14,1 juta yang dirancang khusus oleh desainer bernama Michele Ochs, yang mempunyai ketertarikan menciptakan pakaian untuk anjing.

Tampilan Lola, dipercantik dengan manset kaki kristal Swarovski biaya 250 poundsterling (Rp3,5 juta), kalung mutiara senilai 400 poundsterling (Rp5,6 juta) dan 1.800 kristal Swarovski karya Latimer Couture yang satu kristalnya seharga 350 poundsterling (Rp4,9 juta).

Louise juga menghabiskan 1.000 poundsterling (sekira Rp14,1 juta) untuk dekorasi bunga, 3.000 poundsterling (sekira Rp. 42,4j uta) untuk dekorasi gedung, 400 poundsterling (Rp5,6 juta) untuk wedding planner dan juga 400 poundsterling lagi untuk tim keamanan.

Dua anjing Yorkshire Terrier milik Louise yang lain, yaitu Lulu dan Larry dijadikan sebagai bridesmaid dan page boy. “Saya ingin Lola memiliki hari yang benar-benar sempurna. Anjing-anjing saya ini adalah kebanggaan saya, jadi semua ini sama sekali tidak ada yang berlebihan bagi saya untuk memanjakan mereka, karena saya senang memanjakan mereka,” jelasnya, sebagaimana dikabarkan Orange, Jum'at (8/4/2011).

Louise, yang memiliki sebuah butik dan salon perawatan anjing bernama Diva Dogs di Essex, mengadakan sebuah kompetisi di Website DivaDogs dan Facebook untuk mencari suami sempurna untuk Lola.

Dia menerima ribuan pelamar tapi akhirnya ia menyisihkan hingga enam kandidat terpilih yang disukai Lola, tapi secara mengejutkan Lola paling suka dengan Mugly, anjing milik Bev Nicholson (47).

“Awalnya saya tidak dapat percaya atas pilihan Lola ini. Tapi saya perhatikan Lola lebih banyak bermain dengan Mugly, dia terlihat sangat senang dan menikmati waktu-waktu bermain dengan Mugly, jadi saya kira Mugly merupakan pasangan yang tepat untuk Lola,” tutup Louise.

Sumber : Okezone

Oknum Dokter RSUD Tamiang Diduga Lakukan Pungli

Written By Suara Tamiang on Jumat, 29 Juli 2011 | 21.01

Foto | Mujib

Pasien yang mengantongi kartu jamkesmas / JKA terpaksa harus mengurungkan niat mereka untuk melakukan operasi terhadap penyakit yang dideritanya, pasalnya setiap pasien di RSUD Aceh Tamiang yang mau di Operasi harus menyiapkan dana 700 ribu untuk biaya chek up penyakitnya, jika tidak, oknum dokter itu tidak mau melakukan tindakan operasi.

Halimatun Sa’diah (46) warga Desa Pandan Sari Kecamatan Manyak Payed saat diwawancarai mengatakan, dirinya harus menyediakan uang 700 ribu untuk biaya pengecekan penyakitnya, jika “ Uang itu untuk mengecek penyakit ibu ke medan, untuk mengetahui penyakit yang ibu derita itu ganas apa enggak “ ujar Halimah menirukan pembicaraan oknum dokter itu.

Halimah menambahkan, dirinya oleh oknum dokter tersebut disuruh pinjam uang dulu sama tetang atau sanak saudaranya, kalau tidak oknum dokter itu enggan melakukan operasinya” Ibu kalau gak ada dana gak bisa dioperasi.

Direktur RSUD Aceh Tamiang dr.Zuheni. M.Kes mengatakan, dirinya sudah mengingatkan agar oknum dr yang bersangkutan dilarang untuk tidak meminta uang kepada pasien, namun sampai sekarang masih juga ada laporan seperti itu “ saya pening pikirin masalah seperti ini, sudah berkali-kali saya ingatkan agar jangan meminta tapi masih juga diminta.

Lebih lanjut dr zuheni pernah mengatakan kepada dokter yang bersangkutan “pak, ketentuan yang membuat anda dibayar murah hanya 215 ribu ditambah dengan uang bahan habis pakai sekitar 1,2 juta seluruhnya, hanya itulah aturan, sementara kita gak mungkin mau menambah lebih dari itu”. Dirinya memaklumi dengan keadaan uang insentif dokter yang dianggapnya sangat minim di kabupaten aceh Tamiang.

Dr. Zuheni menghimbau kepada pasien di RDUD aceh Tamiang, jika ada dokter yang memungut biaya, agar diminta kwitansi pertanggung jawabannya,” karena dengan bukti tersebut pihak RSUD Aceh Tamiang dapat melaporkan mereka ke Universitas dimana mereka Kuliah.”mereka PPDS dan belum resmi jadi dokter mereka masih Ko-ass “ ujar Zuheni

Keesokan harinya, Kamis (28/7) Oknum dokter itu datang mengunjungi pasien di ruangan JKA/Jamkesmas tempat pasien miskin dirawat, menurut Hananan yang juga seorang pasien yang kemarin Rabu (27/7) diminta untuk menyiapkan uang 700 ribu, oknum dokter itu mulai melunak, sambil menyapa “ Kalo Ibu gak ada uang bilang ama saya” ujar Hananan menirukan pembicaraan dokter.

Oknum dokter itu melunak dan tidak membicarakan uang lagi, karena yang bersangkutan (Hananan-red) termasuk tetangga yang juga masih famili dengan direktur RSUD Aceh Tamiang dr. Zuheni, M. Kes.

Sumber : Haba Rakyat Online

Menjelang Ramadhan Tamiang Langka BBM

Ilustrasi | Google
Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Tamiang Jum’at (29/7) mengalami kehabisan Stock minyak, pasalnya jatah yang diberikan pertamina biasanya mencapai 240.000 liter, sekarang ini tiap-tiap SBPU hanya di jatah sekitar oleh PT.Pertamina hanya 96.000 liter, Akibat dari kurangnya pasokan BBM tersebut, pihak SPBU harus menutup SPBUnya pada jam 11 Siang.

Pantauan haba RAKYAT, dari empat SPBU yakni SBPU Seunebok Dalam, SPBU Tanah Terban, SPBU Kampung Tengah dan SPBU Seumadam, semuanya tampak lenggang dikarenakan Premium dan Solar sudah dari sejak pagi habis. Sementara petugas pengisian minyak terlihat duduk di depan kantor SPBU sambil memberitahukan kepada pengendara bahwa minyak di SPBU nya habis.

Sementara itu, ratusan jerigen milik para pengecer berjejer di sebelah kanan SPBU menunggu masuk BBM. Menurut petugas SPBU jeriken tersebu milik pengecer yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Manyak Payed seperti sejumlah desa pesisir.

Seorang pengendara M. Nasir (37) saat ditemui haba RAKYATmengaku terpaksa membeli bensin di pinggir jalan untuk mengisi sepeda motornya dengan harga eceran Rp 7.000 per liter.

Sumber : Haba Rakyat Online

Seorang Kakek Perkosa Anak di bawah Umur

Ilustrasi | Google
Pelecehan Seksual terhadap anak dibawah umur kini terjadi lagi di Aceh Tamiang, kali ini menimpa LS (10) yang dilakukan oleh Rahimuddin Alias Kempot bin Hasyim (53) seorang kakek warga Dusun Suka Jaya Desa Rongoh Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang Selasa, (26/7).Kuat dugaan tersangka mengalami kelainan seksual hingga nekad memperkosa anak dibawah umur, walaupun pengakuannya kepada aparat kepolisian dirinya mengatakan khilaf.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Drs. Armia Fahmi melalui Kapolsek Tamiang Hulu Ipda Sumasdiono, SH mengatakan, kejadian tersebut berawal dari korban LS sedang menjemput sekolah adiknya di sebuah SD yang terletak di Desa Pintu Kwari, tiba-tiba tersangka menghadang korban sambil merayu dengan mengiming-iming akan diberi uang, pada awalnya korban tidak tahu apa yang akan dilakukan tersangka, namun tiba-tiba tersangka menarik paksa korban kesemak-semak dan akhirnya korbanpun menjerit dan meronta karena kesakitan. Dalam keadaan sepi, korban akhirnya pasrah karena tak mampu melawan sang kakek yang sudah kerasukan Iblis dan tega memperkosa dirinya.

Korban akhirnya pulang kerumahnya sambil menangis terisak-isak. Melihat kondisi anaknya yang menangis, sang ibu korban Liana Binti Samsir (27) Sangat terkejut mendengar pengakuan anaknya, Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tamiang Hulu. Dalam laporannya Ia meminta aparat kepolisian menghukum tersangka Rahimuddin yang seberat-beratnya karena telah menghancurkan masa depan anaknya. “ saya minta pak polisi menghukum dia dengan hukuman yang setimpal” ujar Liana sambil menangis tersedu-sedu.

Sumasdiono menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku khilaf dan tak sengaja melakukan hal itu. Sampai berita ini diturunkan, tersangka Rahimuddin Alias Kempot bin Hasyim diamankan di Mapolsek Tamiang hulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sumber : Haba Rakyat Online

Monyet Botak Ini Disangka Alien


Foto | Google
Seekor monyet botak telah mengejutkan warga desa di China. Warga menyangka hewan tersebut adalah alien atau makhluk luar angkasa.

Seorang ibu rumah tangga Mao Xiping terkejut ketika menemukan hewan yang tampak kekurangan gizi ini mencuri timun di rumahnya yang terletak di Provinsi Henan, China.

Mao menyatakan kepada polisi, hewan tersebut berwajah seperti makhluk luar angkasa dan dirinya pun tidak pernah melihat hewan seperti itu sebelumnya. Demikian seperti dilansir The Star, Sabtu (23/7/2011).

Polisi awalnya tidak mempercayainya, Mao pun menjebak monyet itu dan membawanya ke kantor polisi dalam sebuah keranjang. Para ahli pun mengamati hewan setinggi 46 cm tersebut.

"Pada awalnya, saya sangka ini adalah ulah kelinci, namun saya terkejut karena melihat sosoknya yang seperti alien," ujar Mao.

Hewan aneh ini terlihat sangat kurus. Tulang rusuknya pun tampak dari kulitnya, warga pun akhirnya memberikannya buah persik, dan monyet ini memakannya.

Sumber : Okezone

Polres Tamiang Diminta Tanggap

Foto | Rudi Kurniawan
Penipuan dengan modus perekrutan pegawai honor di Instansi Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang telah banyak memakan korban. Namun hingga kini hanya beberapa kasus yang mencuat dan ditangani oleh pihak penegak hukum. Sayangnya hanya kaki tangan yang terjaring dan diproses, sementara otak pelaku tidak terungkap juga.

Seperti dalam kasus yang menimpa Zainal dan Samiun, masing-masing beralamat di Kampung Kota Kualasimpang dan Kampung Binjai Seruway sebagai kaki tangan otak pelaku dalam kasus perekrutan yang menjanjikan kepada korbannya untuk menjadi pegawai honor. Kedua tersangka kini telah ditahan di Lembaga Permasyarakatan kelas II Kualasimpang sambil menunggu keputusan proses hukumnya dari pengadilan setempat.

Sementara, menurut istri Samiun yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan pihak Kepolisisn Aceh Tamiang terkesan memihak dan melindungi salah seorang yang terlibat dan bertanggung jawab dalam masalah ini, hingga kini tidak ditahan, yakni Abu Bakar salah seorang PNS yang bertugas disalah satu instansi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. “Karena dalam kasus ini, setelah dilaporkan pihak korban yang terlibat ada 3 orang tetapi yang ditahan hanya dua orang saja” terang istri Samiun kesal.

Lebih lanjut, dia menambahkan tersangka samiun terkait hal ini hanya sebagai penghubung yang menjumpai sang korban kepada saudara zainal namun dalam pembayaran dan penyerahan uang tidak tahu sama sekali, dan beliau hanya menerima uang fee (jasa) sebesar Rp.1 juta sebagai ongkos mempertemukan saudara zainal dengan para korbannya.

Untuk penelusuran masalah ini BN mencoba konfirmasi ke Polres Aceh Tamiang, saat dihubungi Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Armia Fahmi mengarahkan ke Kasat Reskrim, AKP Imam Asfali, ternyata media tidak dapat menemuinya di karenakan tidak berada di ruang kerjanya sehingga Kanit Res, Ipda Syahrial mengarahkan kepada Kasubbag Humas, Ipda Parlindungan Lubis.

Namun Kasubbag Humas hanya mampu menerangkan sebatas kebenaran peristiwa laporan penipuan.  “Memang ada kasus penipuan dimaksud dan sedang kami proses laporannya,” Ungkap Ipda Parlindungan Lubis.

Dalam kasus ini diharapkan pihak Penegak Hukum (Polisi dan Jaksa) harus benar-benar menegakkan hukum, jangan pilih kasih, keadilan harus ditegakkan, agar kepercayaan masyarakat terhadap pihak Penegak Hukum dapat dijaga demi tegaknya supremasi hukum benar-benar berjalan.

Sumber : BongkarNews | Rudi Kurniawan

Akibat Kecelakaan, Muhammad Terpaksa Kehilangan Pekerjaan

Foto | Rico F
Meminta-minta (mengemis) bukanlah keinginan dari sosok Muhammad (62), warga Dusun Darul Makmur Kampung Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. Namun apa daya, setelah kecelakaan yang menimpanya setahun yang lalu membuat ia kehilangan pekerjaan sebagai Kepala Tukang Bangunan.

Duda yang menderita cacat fisik tersebut, setiap hari terpaksa berjalan dengan kedua tongkat dari pintu ke pintu untuk meminta belas kasih orang yang ditemuinya. Sebab, ia harus menanggung biaya hidup orang tua perempuannya (ibunya) yang sudah berumur 90 tahun dan satu orang anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku sekolah.

Muhammad menuturkan kepada di Tupah, Kamis (28/7), ia mengalami kecelakaan pada saat ia berjalan dipinggir aspal jalan lintas Medan-Banda Aceh. Waktu itu pukul 21.00 wib, dari arah belakang sepeda motor yang tidak menghidupkan lampu, menghantam dirinya hingga ia jatuh tersungkur dan mengakibatkan tulang paha sebelah kiri patah. Ketika itu ia ada keperluan ke pasar hendak membeli sesuatu namun sesampainya dipasar ia merogoh kantong celananya didapatinya uang tidak berada didalam kantongnya, ia pun teringat bahwa uangnya tertinggal dikantong celana yang berada di barak kerja persisnya dipinggir jalan lintas.

Sudah habis uang enam juta rupiah untuk berobat, namun kakinya tidak dapat berjalan normal kembali. Ia pun pasrah menerima keadaannya yang harus berjalan menggunakan dua tongkat. Duda satu orang anak tersebut awalnya berprofesi Kepala Tukang bangunan, akibat kecelakaan tersebut ia terpaksa kehilangan pekerjaannya. “Saya kalau ada modal lebih baik saya buka usaha, daripada setiap hari harus berjalan meminta-minta menggunakan tongkat yang membuat kedua lengannya sakit”, ujarnya dengan penuh iba.

Dari keterangan Muhammad bahwasanya, ia pernah mengajukan bantuan kepada Bupati Aceh Tamiang melalui Kabag Kesra di tahun 2010 yang lalu. Ia pun meminta surat keterangan miskin nomor 762/470/2008/2010 tertanggal 10 Desember 2010, yang dikeluarkan Datok Kampung Mesjid dan diketahui Camat Manyak Payed. Namun bantuan yang diharapkan tak kunjung diterimanya, bahkan bila ia bertemu dengan Camat Manyak Payed Bustamam, SE, “jangankan lima ribu, seribu rupiah pun tak ikhlas untuk memberi”, kata Muhammad.

Guna mendapatkan informasi yang akurat sumber suara-tamiang.com menghubungi via seluler Camat Manyak Payed, mengatakan, “Saya bukan orang kaya, lagipun di Kecamatan tidak ada bantuan. Di Kecamatan sifatnya hanya memberikan rekomendasi bagi warga kaum dhuafa, fakir, miskin dan cacat untuk diteruskan ke Kabupaten. Kenapa tidak minta saja kepada Bupati”, kata Bustamam.

Ketika ditanyakan kepada Camat Manyak Payed agar berita ini diekspos, Bustamam mengatakan “jangan diberitakan dulu karena saya mau menghubungi Datok Kampung Mesjid”, pinta Bustamam.

Kabag Kesra Setdakab Aceh Tamiang yang dihubungi via celluler guna mendapatkan jawaban prihal permohonan bantuan yang diajukan Muhammad. Kabag Kesra Patria Kelana, S.Km mengatakan, “Bantuan untuk kaum dhuafa, fakir, miskin dan cacat dikeluarkan secara serentak di akhir tahun ini”, kata Patria.

Namun sudah berlalu tahun 2010 dan juga sudah masuk pertengahan tahun 2011, bantuan yang sangat diharapkan tersebut tak kunjung diterima Muhammad. Muhammad mengatakan, “Tolonglah Bapak Wartawan sampaikan kesulitan saya (Muhammad) kepada Bupati Drs. H. Abdul Latief, kalaulah saya diberikan modal 20 juta rupiah, saya akan tinggalkan pekerjaan meminta-minta ini”, pintanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Sumber : Rico F

Di Luar Angkasa pun Butuh Tukang Toilet

Written By Suara Tamiang on Kamis, 28 Juli 2011 | 06.27

Ilustrasi | Google
Meskipun melambung tinggi di stasiun luar angkasa berteknologi tinggi, tapi para astronaut tetap ingin menjauhi sejumlah masalah rumah atau kantor di Bumi, yakni menghadapi ruang toilet yang bau.

Sebanyak 10 astronaut di Stasiun Angkasa Internasional, Rabu (13/7), bertugas membongkar paket berton-ton yang disuplai pesawat Atlantis minggu ini.

Namun, satu awak stasiun, astronaut NASA Ron Garan, memiliki tugas yang lebih berat, yakni memperbaiki toilet bergravitasi nol. Untungnya, ia ahli dalam menangani tempat buang hajat.

Pasalnya, awal pekan ini, ada laporan bau busuk dari salah satu toilet di laboratorium yang mengorbit. Setelah mengutak-atik, para astronaut mulai mencurigai gelembung udara yang tersumbat di beberapa pipa senilai US$90 juta dalam toilet itu.

"Itu hal yang penting tentang pesawat luar angkasa," kata astronaut Mike Fossum, mitra Garan itu.
"Suatu hari Anda di luar angkasa dan melakukan hal yang paling menjijikkan yang pernah dilakukan. Keesokan harinya Anda harus memperbaiki toilet," ujarnya.

Seperti di Bumi, toilet memerlukan perawatan setiap begitu sering. Sejumlah fasilitas stasiun perlu diservis kira-kira sekali seminggu untuk menggantikan bahan habis pakai, seperti kontainer limbah padat.

Bahkan, urin di stasiun itersebut didaur ulang menjadi air minum. Selang urin termasuk yang memerlukan perawatan paling sering, perlu diganti kira-kira sekali sebulan.

Sumber : Media Indonesia

AFLSD : Jangan Musuhi Sampah

Foto | Suparmin
Pelatihan daur ulang sampah rumah tangga yang digelar LSM Agricultural and Fisheries Living Sosiety Depelopment (AFLSD), mendapat perhatian dan sambutan baik dari kalangan masyarakat.

Sambutan hangat masyarakat tersebut didasari dari keantusiasan peserta yang kian bertambah. Pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Kreasi milik KPPG Kabupaten Aceh Tamiang itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Tamiang Ir. Irwansyah atas nama Bupati Drs H. Abdul Latief di gedung Aula SKB Karang Baru, Kamis (21/7) pekan lalu.

Hari pertama pelatihan jumlah peserta yang terdiri dari kaum wanita, hanya sebanyak 20 orang. Namun menjelang hari ke 4 jumlah peserta bertambah menjadi 28 orang, demikian disampaikan Direktur Eksekutif AFLSD, Achmad Hanel SH kepada wartawan kemarin di Sungai Liput.

Ahmad Hanel SH menyatakan, pelatihan mengelola dan memanfaatkan daur ulang sampah rumah tangga yang digelar selama sepuluh hari tersebut selain untuk mewujudkan kebersihan serta menciptakan lapangan  kerja baru, juga dapat menunjang perekonomian bagi keluarga.
“Dengan adanya peningkatan atau pertumbuhan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Saat ini di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri merupakan Kabupaten yang tingkat penghasilan sampah yang cukup tinggi.”, papar Hanel.

Jangan Musuhi Sampah
Sementara itu ketua panitia kegiatan pelatihan Adriadi SE berharap, seusainya kegiatan pelatihan pemanfaatan daur ulang sampah rumah tangga ini, para peserta pelatihan dapat mengembangkan ilmunya didesanya masing masing, maupun melalui lembaga kemasyarakatan yang ada.

“Kepada peserta kami berharap semoga dapat menciptakan kader kader baru dalam memproses limbah yang awalnya kita anggap sebagai sampah menjadi bahan kerajinan yang merupakan nilai tambah dalam menunjang perekonomian keluarga,” ungkap Adriadi.
“Jangan musuhi sampah, Tapi jadikanlah sampah sebagai barang yang bermanfaat bagi kamu dan orang lain”, terang Adriadi bersemboyan. Masih menurut Adriadi, karya seni tidak dapat dinilai dengan mata uang. Sebab tidak semua orang mampu membuat barang barang yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Karya seni hanya dapat dihasilkan oleh tangan tangan terampil yang memliliki kesabaran tinggi dari orang orang yang selalu melahirkan ide ide cemerlangnya dalam memproses sebuah karya nyata.

Sebagai pembimbing dalam pelatihan, pihak penyelenggara sengaja mendatangkan 2 tenaga skill dalam pengelolaan daur ulang sampah dari Kota Medan Sumatera Utara dan dibantu Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Aceh Tamiang, Hj. Rosmalina (Lina Tengku Tam) selaku Pembina Rumah Kreasi.

Sumber : Suparmin

Aparat Polres Tamiang Ringkus 2 Pemuda Pengedar Uang Palsu

Ilustrasi | Google
Aparat Kepolisian Resort Aceh Tamiang, dalam sepekan ini berhasil menangkap 2 pemuda pengedar uang palsu (Upal) di Desa Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, yaitu Saiful Bahri (26) mahasiswa di salah satu universitas di Kota Langsa,bersama kawannya, Muhammad Iqbal Syahputra (21), kedua tersangka Minggu (24/7) sempat meringkuk di sel tahanan Polsek Bendahara dan kemudian dibawa kemapolres Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Armia Fahmi melalui Kasatreskrim Polres Aceh Tamiang AKP Imam Asfali kepada haba RAKYAT mengatakan, penangkapan berawal dari laporan Muarif pemilik Kios Rokok warga desa Bandar Khalifah yang menjadi korban. Saat itu M. Iqbal berpura-pura membeli sebungkus rokok U Mild di kios, dengan menggunakan uang 100 ribu asli. Kemudian Muarif mengembalikan sisa uang pelaku Rp92 ribu, karena harga rokok yang dibeli cuma 8 ribu.

Namun tiba-tiba M.Ikbal meminta kembali uang 100 ribu yang aslinya dengan alasan masih ada uang 50 ribuan di saku kantongnya “ bang ini ada uang kecil, balikin aja uang 100 ribunya” kata si pelaku. Tanpa diduka Muarif diapun langsung mengambil uang palsu yang diberikan tersangka dan mengembalikannya dengan uang asli senilai 42 ribu.

Muarif kemudian curiga, karena sebelumnya dia ada melihat uang pecahan 10 ribu di kantong tersangka, “ Kenapa di kasih uang 50 ribu…? Sementara tadi uang sepuluh ribu di sakunya ada..? pikir muarif curiga. Muarif langsung memeriksa uang yang diberikan M.Ikbal, dan ternyata kecurigaan Muarif terbukti, ternyata uang yang dia terimanya adalah uang palsu. Akhirnya Muarif melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bendahara.

Laporan dari Muarif langsung di respon pihak aparat kepolisian Polsek bendahara, polisi langsung meluncur ke TKP dan melihat pelaku masih berada di desa, merekapun segera dibekuk bersama barang bukti, sebanyak 2 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, 2 dompet dan 2 HP Nokia.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut petugas juga berhasil menyita 116 lembar uang pecahan Rp 50 ribu (senilai Rp 5,8 juta), 1 unit Printer Canon Fixma MP 145 dan 1 rim kertas HPS yang digunakan untuk mencetak uang tersebut di rumah kontrakannya di jalan Perumnas Komplek Maligo No. 7 kota Langsa.

Kedua tersangka mengaku sudah sebulan beraktivitas dan mencetak upal sebanyak Rp7 juta. Sementara berhasil mengedarkan duit palsu sebesar Rp3 juta ke berbagai tempat.

Sumber : Haba Rakyat Online

Atlit Catur Junior Tamiang Akan Mendapat Beasiswa dan Tampil di Kejurnas

Ilustrasi | Google
Informasi yang diterima Ketua Umum Pengcab Percasi Aceh Tamiang Muhammad Hanafiah dari salah seorang pembina Pengprov Percasi Aceh, Drs. Zulkifli S Namploh yang juga sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang menyatakan tentang akan diberikan beasiswa selama setahun kepada atlit catur junior yang berhasil masuk 5 Besar untuk junior putra dan junior putri pada Kejurprov Aceh yg sudah selesai, Minggu (24/7) di Banda Aceh.

Dengan demikian dua atlit catur junior Percasi Aceh Tamiang yaitu Andriana Distia (Juara IV Kejurprov Aceh 2011) yang direkrut Percasi Aceh Tamiang dari SMKN I  Karang Baru dan M. Haris Syahputra dari SMAN 2 Percontohan Karang Baru (Juara V Kejurprov 2011) bakal dapat beasiswa.

Sebagai Ketua Umum Pengcab Persatuan Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Hanafiah merasa senang dan bersyukur atas prestasi yang telah diraih anak didiknya di Kejurprov Aceh 2011. “Tidak sia-sia telah mengirim kalian bertanding di Kejurprov 22-24 Juli 2011 di Banda Aceh. Selamat buat kalian yg bakal dapat besiswa, semoga kalian bertambah giat berlatih untuk mengukir prestasi yg lebih baik lagi dimasa mendatang”, ungkap Muhammad Hanafiah.

Selain akan dapat beasiswa,  kedua atlit catur junior Pengcab Percasi Kab. Aceh Tamiang tersebut  juga mendapat rekomendasi dari Pengprov Percasi Aceh boleh tampil mengikuti Kejurnas Catur Tahun 2011 yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan September 2011 di Palembang, Sumatera Selatan.

Muhammad Hanafiah mengucapkan terima kasih kepada Pengprov Percasi Aceh dan pada pihak-pihak yang telah peduli memberikan beasiswa kepada atlit catur junior yang masuk 5 Besar di Kejurprov Aceh tahun 2011.

Sumber : Muhammad Hanafiah (Agam)

600 Tahun Lalu Aceh Pernah Dilanda Tsunami Besar

Written By Suara Tamiang on Rabu, 27 Juli 2011 | 21.49

Ilustrasi | Google
Aceh pernah dilanda tsunami yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gempa dan tsunami yang terjadi pada 2004 lalu.

"Dari riset yang saya lakukan di Meulaboh, berdasar endapan paleotsunami, dapat dilihat bahwa pernah terjadi giant tsunami di Aceh sekitar 600 tahun silam," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Eko Yulianto di Pusat Studi Bencana (PSB) UGM, Yogyakarta, Senin (25/7).

Data yang berhasil diungkap itu, ujarnya, menepis anggapan bahwa di Aceh tidak pernah terjadi gempa besar dengan skala di atas 9,0 SR.

"Sayangnya temuan ini ditemukan setelah terjadi gempa di Aceh. Jika ditemukan lebih cepat sebenarnya jumlah korban gempa dan tsunami bisa diminimalisir," jelasnya.

Selain di Aceh, Eko juga melakukan penelitian di tebing Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat. Dari penelitian tersebut ditemukan empat lapisan pasir yang menjadi bukti awal di kawasan tersebut pernah terjadi beberapa kali tsunami.

Salah satunya berupa lapisan pasir tebal yang diendapkan di atas lumpur mangrove dan ditutupi endapan banjir. Pada lapisan pasir tersebut terdapat cangkang Foraminifera. Di atas lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan yang memiliki ketebalan sekitar 1-3 cm, salah satunya merupakan bekas tsunami Pangandaran 2006 lalu.

Menurut dia, temuan itu menunjukkan kurang lebih 400 tahun yang lalu, di wilayah ini diperkirakan pernah terjadi tsunami yang skalanya jauh lebih besar dibanding tsunami 2006.

Sumber : Media Indonesia

Basmi Demam Berdarah dengan Nyamuk Mandul

Ilustrasi | Google
Membasmi nyamuk Aedes aegypty dan Anopheles sp sebagai pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria bisa dilakukan dengan cara melepaskan nyamuk-nyamuk yang sudah dimandulkan dengan radiasi.

"Pemberantasan penyakit ini sebelumnya terkendala oleh makin kebalnya nyamuk DBD terhadap insektisida dan kekebalan plasmodium (parasit penyebab malaria) terhadap obat," kata peneliti Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Ali Rahayu di di kantor Batan Jakarta Selatan, Kamis (7/7).

Karena itu, teknik serangga mandul (TSM) dengan mengiradiasi nyamuk jantan stadium dewasa untuk mendapat dosis pemandulan, menurut dia, merupakan solusi tepat bagi pengendalian wabah DBD dan malaria karena aman bagi lingkungan.

Nyamuk jantan mandul dilepas secara periodik ke habitatnya dan bersaing dengan nyamuk alam untuk kawin dengan nyamuk betina sehingga terbentuk telur-telur steril. Akhirnya terputuslah generasi nyamuk serta siklus penyakit tersebut.

Hasil penelitian terhadap Aedes aegypty dengan radiasi sinar gamma dosis 70 Gy bisa memandulkan nyamuk tersebut sampai 100 persen dengan nilai daya saing kawin 0,31 dan dosis 65 Gy memandulkan 98,53 persen dengan daya saing kawin 0,45.

Untuk nyamuk malaria diteliti pada Anopheles maculatus dengan dosis 110 Gy dapat memandulkan 97 persen dengan daya saing kawin 0,65 dan dosis 120 Gy memandulkan 99,99 persen.

Sumber : Media Indonesia

SORAK Serbu Sekretariat Daerah, Dishutbun dan Kejaksaan Negeri


Foto | Mujib
Gantung Bupati Abdul Latief ....Gantung Wabup Awaluddin ......Gantung Kecik Atlas .......Gantung para koruptor. Untuk apa kita punya Polisi, kita punya Jaksa kalau tidak bisa menangkap koruptor. Tujuh kali dua puluh empat jam jika koruptor tidak ditangkap, kita akan gantung koruptor di tiang bendera. “Pencuri ayam cepat kali di proses hukum, tetapi pencuri uang rakyat dibiarkan berkeliaran diluar penjara”. Sungguh Bupati Aceh Tamiang sangat kejam dan menzalimi rakyatnya sendiri. Setelah lebaran kita akan kembali lagi untuk menangkap dan menggantung koruptor ....... setuju .......setuju ........setuju, demikian teriakan para demonstran yang melakukan unjuk rasa kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Aksi unjuk rasa tersebut pada hari Kamis, (27/7), kelompok yang tergabung dalam SORAK (Solidaritas Rakyat Untuk Keadilan) melakukan pernyataan sikap dari unsur Front Relawan Pembela Tanah Air (PETA) Kab. Aceh Tamiang, warga Desa Pematang Durian dan lebih dari 90 persen masyarakat Aceh Tamiang menuntut Bupati Aceh Tamiang.

Dalam tuntutannya, SORAK menyatakan sikap terhadap beberapa point kasus yang antara lain, (1) menuntut Bupati Aceh Tamiang untuk mencabut Izin Lokasi (Kep. Bupati No. 80/2008) yang diberikan kepada PT. Anugerah Sekumur Kencana tentang pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di Kampung Pematang Durian, (2) menuntut kepada Gubernur Aceh untuk tidak mengeluarkan Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) kepada PT Anugerah Sekumur Kencana, (3) menuntut Kepala Kanwil BPN Aceh untuk tidak menerbitkan Sertifikat HGU PT. Anugerah Sekumur, (4) menuntut Kajari Kualasimpang untuk segera menangkap para koruptor dengan indikasi praktek korupsi yang hingga kini belum jelas penuntasan kasusnya, yang antara lain, kasus kas bon + Rp. 14 Milyar, kasus pengadaan tanah politeknik Rp. 31,6 Milyar, kasus pengadaan tanah kodim Rp. 6,5 Milyar, kasus mark up harga alkes tahun 2010 Rp. 8,8 Milyar, kasus kegiatan MTQ XXX Aceh + Rp. 8,6 Milyar, kasus pengadaan tanah dua jalur Rp. 13 Milyar, kasus pengadaan tanah SLB Rp. 5 Milyar dan kasus uang pertanggungjawaban PERSATI (persatuan sepakbola aceh timur) Rp. 800 Juta, demikian butir-butir pernyataan sikap yang dibacakan orator demonstran SORAK Haprizal Rozi, S.Sos.

Dengan dijaga ketat aparat kepolisian Polres Aceh Tamiang yang mengerahkan seluruh personilnya, Demonstran yang bergerak menuju Sekretariat Daerah Aceh Tamiang mendatangi lebih dahulu Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Aceh Tamiang, karena dinilai Kepala Dishutbun orang yang paling bertanggung jawab atas pemberian izin lokasi kepada PT. Anugerah Sekumur Kencana dengan Keputusan Bupati nomor 80/2008. Namun Kepala Dishutbun sedang dinas luar, sehingga demonstran bergerak menuju Sekretariat Daerah Aceh Tamiang.

Tempo waktu + 25 menit, demonstran yang bergerak dengan berjalan kaki sampai di Sekretariat Daerah Aceh Tamiang, disambut dengan lapisan pasukan huru hara Polres Aceh Tamiang yang mendampingi Sekretaris Daerah Aceh Tamiang H. Saiful Bahri, SH. Dihadapan Sekda Saiful Bahri, SH juga hadir orang tua korban remaja yang tewas tersengat listrik di PT. Tri Agro Palma yang notabene milik Kecik Atlas, orang tua korban menuntut ganti kerugian dan jebloskan Kecik Atlas ke dalam penjara.

Haprizal Rozi yang mewakili dari orang tua korban meminta Kejaksaan menangkap Kecik Atlas yang sudah menjadi tersangka, segera berkas kejaksaan P19 yang sudah dikirim kembali ke Polres untuk segera dikembalikan ke Kejaksaan agar segera diadili. Kecik Atlas pemilik PT. Tri Agro Palma, PT. Anugerah Sekumur Kencana dan PT. Rongoh Mas Lestari yang sudah membabat habis hutan lindung, segera tangkap karena melanggar UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, sebutnya.

Sekda Saiful Bahri yang telah mendengar orasi dari para demonstran menyatakan, tuntutan kepada Bupati untuk mencabut izin lokasi (Kep. Bupati No. 80/2008) masih dalam proses penjajakan keabsahan HGU dan pemberian izin lokasi, menuntut Gubernur Aceh ini bukan kewenangan, karena kita daerah TK. 2, menuntut Kepala Kanwil BPN, ini sama-sama kita tunggu, sejauh mana keabsahan dari HGU yang akan diberikan.

Kemudian, menuntut Kajari Kualasimpang untuk menangkap koruptor, ini tugas kita semua untuk mengantisipasi, kasus kas bon 14 Milyar ini sudah dalam tahap tindak lanjut, kasus pengadaan tanah politeknik ini sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku begitu juga dengan kasus pengadaan tanah kodim, kasus Alkes ini sudah ditangani Kajati Aceh, kegiatan MTQ hari ini Pemkab sudah mengundang BPKP untuk mengaudit penggunaan anggaran.

Untuk kasus pengadaan tanah dua jalur tidak ada nilainya 13 Milyar karena sampai saat ini pembebasan tanah hanya 4 Milyar, untuk kasus pengadaan tanah SLB, sekda mengatakan, bukan saya ingin mengelak tetapi kasus ini belum dipelajari karena pada saat itu ia belum menduduki jabatan Sekda dan kasus uang pertanggungjawaban PERSATI sebesar 800 Juat diluar jangkauannya. Tapi pada intinya Sekda Saiful Bahri siap dikoreksi dan dihukum, tegas Saiful.

Massa yang tidak puas dengan pernyataan Sekda meminta agar dilakukan dialog yang diwakili oleh Kamal Ruzamal, SE selaku Wakil Kooordinator Aksi, satu orang dari Front PETA dan delapan orang perwakilan masyarakat. Hasil pernyataan tersebut agar ditulis dan bisa dibawa kekampung untuk dibacakan kepada warga yang menanti perjuangan ini, sebut Haprizal.

Selesai berdialog dengan Sekda Saiful Bahri, para demonstran pun beriring-iringan dengan berjalan kaki menuju ke kantor Kejaksaan Negeri Kualasimpang guna menyampaikan orasi yang sama. Setiba di Kejaksaan Negeri Kualasimpang massa disambut Kajari Kualasimpang M. Basyar Rifai, SH yang menyatakan siap untuk menangkap para koruptor, tegas Basyar Rifai.

Sumber : Rico F

Miliki 100 Ribu SIM Card, Seorang Pria Diciduk Polisi

Ilustrasi | Google
Kepolisian India saat ini sedang menyelidiki bagaimana seorang pria mampu memiliki sekira 100 ribu SIM Card tak terdaftar, mengingat hukum setempat mengharuskan semua SIM Card harus didaftarkan identitasnya pada jaringan telekomunikasi yang terkait.

Pria bernama Anwar Bablu yang ditahan tersebut, memiliki sekira 80 ribu sampai 100 ribu SIM Card, dan telah dituduh telah menyewakan kartu-kartu tersebut kepada masyarakat tanpa didaftarkan terlebih dahulu.

Metode penipuan Bablu lainnya adalah ketika SIM Card sudah habis dipakai oleh klien, maka ia akan mengisi ulang kembali kartu tersebut dan menyewakannya kepada klien yang berbeda.

Seperti yang dikutip dari Cellular-News, Selasa (26/7/2011), kurangnya audit dari siapa yang menggunakan sebuah SIM Card merupakan hal yang ilegal di India.

Selain itu, ada juga dugaan bahwa pihak penjual eceran juga ditawari insentif tinggi dalam menjual SIM Card di customer application form (CAF) yang mereka isi, atau ketika menerima dokumen palsu dari pihak pelanggan, hanya untuk mencetak angka penjualan palsu.

Untuk kasus ini Anwar Bablu didakwa dengan tuduhan tindakan pelanggaran kepercayaan dan kecurangan.

Sumber : Okezone

Jaket Ber-AC Bantu Jepang Hadapi Udara Panas

Ilustrasi | Google
Sebagai jaket, benda itu jauh dari gaya, tapi pembuatnya di Jepang tetap tak bisa memenuhi tuntutan yang melangit bagi pakaian "yang berpenyejuk udara" dengan kipas angin terpasang. Kuchofuku Co. Ltd --yang namanya secara harfiah berarti "pakaian berpenyejuk udara"-- telah menghadapi lonjakan pesanan di tengah kekurangan listrik di Jepang, setelah gempa dan tsunami yang meluluh-lantakkan negeri itu pada 11 Maret lalu.
 
Saat banyak bagian negeri tersebut berkeringat di bawah sengatan udara musim panas, yang tidak menyenangkan dan dibelenggu oleh pembatasan penggunaan listrik, tuntutan telah meningkat untuk barang yang bisa memberi rasa lega dari sengatan musim panas --yang tak pernah berhenti.

Dua kipas listrik di jaket tersebut dapat dikendalikan untuk menarik udara dengan kecepatan yang berbeda, sehingga memberi pakaian itu penampilan yang menggembung. Tapi itu tak membuat patah semangat orang yang lebih suka merasa sejuk daripada "panas" ketika sampai pada masalah mode.

"Saya bekerja di tempat yang sangat panas dan harus mengenakan pakaian berlengan panjang, jadi saya datang untuk membeli ini agar tetap sejuk dan mencegah sengatan panas," kata Ryo Igarashi (33), saat ia meninggalkan kantor Kuchofuku setelah membeli satu "jaket yang berpenyejuk udara".

Igarashi mengatakan pakaian tersebut menawarkan dia rasa lega di tempat pembangunan yang panas, tempat ia, secara kebetulan, memasang penyejuk udara di gedung, demikian laporan AFP,Selasa. Hampir 1.000 perusahaan di Jepang menggunakan Kuchofuku, termasuk raksasa otomobil, pembuat baja, perusahaan makanan dan perusahaan pembangunan.

Di antara produknya yang lain, perusahaan itu juga menjual kasur dan bantal yang berpenyejuk udara yang menggunakan sistem jala plastik yang paten dan memungkinkan udara berputar sewaktu mendukung bobot tubuh manusia. Semua produk tersebut telah memiliki kepentingan tambahan sejak ditutupnya pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, yang lumpuh diterjang tsunami. Pentingnya produk itu juga mencuat dengan dikeluarkannya dekrit pemerintah yang mengharuskan perusahaan di Tokyo serta Tohoku di Jepang utara mengurangi penggunaan listrik sebanyak 15 persen guna menghindari pemadaman.

Gagasan seperti "Super Cool Bis" mendorong pegawai untuk mencampakkan jaket dan dasi dan mematikan penyejuk udara, sementara upaya hemat energi juga telah memicu tuntutan bagi alat yang bisa menyejukkan udara. Impor kipas angin listrik melalui pelabuhan Tokyo mencapai catatan tinggi pada Mei, dan melonjak 70 persen dari setahun sebelumnya jadi 1,24 juta unit, demikian keterangan kantor bea-cukai.

Kipas di jaket Kuchofuku dihubungkan dengan satu pak baterei lithium-ion yang bertahan selama 11 jam setiap kali digunakan. Kipas itu hanya membutuhkan sedikit listrik yang digunakan oleh penyejuk udara konvensional, kata Presiden perusahaan tersebut Hiroshi Ichigaya. Ichigaya mengatakan pakaian produknya menawarkan penyelesaian kontra-intuitif: yaitu dengan lebih lama memakainya, seseorang dapat merasa lebih sejuk dibandingkan dengan tidak memakainya.

"Banyak orang sekarang berusaha mengenakan sesedikit mungkin pakaian dalam kegiatan seperti Super Cool Biz, tapi lebih sering memakain Kuchofuku, sehingga membuat orang merasa jauh lebih sejuk," kata Ichigaya kepada AFP.

Sebanyak 20 liter udara per detik berputar melalui jaket itu dan keluar melalui kerah serta lengan tambahan, dan mengeringkan keringat serta membuat pemakainya merasa lebih sejuk. Gagasan mengenai "penyejuk udara pribadi" muncul di benak Ichigaya --insinyur Sony selama dua dasawarsa sampai awal 1990-an-- ketika ia sedang berusaha menemukan penyejuk udara yang akan menggunakan sedikit listrik. "Muncul gagasan di benak saya bahwa kita tak perlu membuat sejuk seluruh ruangan, yang penting orang di dalamnya merasa sejuk," katanya.

Kuchofuku, yang pertama kali diluncurkan pada 2004, secara khusus menarik permintaan dari berbagai pabrik dan tempat pembangunan tapi perusahaan tersebut baru-baru ini telah menghadapi permintaan dari pekerja kantoran dan rumah tangga. Jaket standar yang berpenyejuk udara dijual dengan harga sekitar 11.000 yen (140 dolar AS), dan yang lain berharga lebih mahal lagi.

Seorang pejabat pemerintah baru-baru ini mendekati perusahaan itu untuk membeli setengah juta jaket, tapi Ichigaya mengatakan ia harus menampik tawaran tersebut sebab perusahaan itu tak bisa mendorong produksi tepat pada waktunya untuk memenuhi permintaan itu.

Perusahaan tersebut akan menjual sebanyak 40.000 jaket, bantal dan produk lain yang berpenyejuk udara tahun ini, dua kali lipat daripada jumlah tahun lalu, kata Ichigaya. Ditambahkannya, penjualan itu akan mencapai 80.000 kalau ia dapat memproduksi cukup banyak.

Sumber : Republika Online
 
Support : Jasa Design Blogger Template | Free Template
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved