Headlines News :
Home » , , » BNP2TKI Akan Gelar Safari Ramadhan ke Aceh Tamiang

BNP2TKI Akan Gelar Safari Ramadhan ke Aceh Tamiang

Written By Sayed Mahdi on Minggu, 22 Juli 2012 | 09.20

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengadakan Safari Ramadan pada 24 Juli-3 Agustus 2012. Safari Ramadhan ini adalah kegiatan tahunan untuk kali kelima sejak 2008, dengan tema "Sinergi Pelayanan TKI di Perbatasan". Penyelenggaraan safari ramadan selama sebelas hari itu berlangsung di daerah provinsi Sumatera di antaranya Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, serta Kepulauan Riau.

BNP2TKI akan berkunjung ke Aceh Tamiang pada hari keempat Ramadhan (27/7) dengan kegiatan peresmian Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Aceh Tamiang, meninjau Pelabuhan Kuala Langsa, dan ke kampung TKI di Desa Seruwe, Kecamatan Seruwe, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dilanjutkan pertemuan dengan Bupati Aceh Tamiang beserta jajaran pemerintah kabupaten setempat dan para pemangku kepentingan TKI terkait "Kebijakan Pelayanan TKI dan Keluarganya".

Safari Ramadan BNP2TKI pertama yang bertema "Menyapa TKI", 9-19 September 2008, digelar di ibukota provinsi dan kabupaten/kota basis TKI wilayah pantai utara Jawa dengan menempuh perjalanan darat Jakarta ke Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan kemudian kembali ke Jakarta.

Safari Ramadan BNP2TKI kedua, 31 Agustus-14 September 2009, "Lebih Dekat dengan TKI", mengunjungi provinsi dan kabupaten/kota kantong TKI di pantai selatan Jawa juga dengan jalur darat dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur untuk tetap menggunakan darat kembali ke Jakarta.

Safari Ramadan BNP2TKI ketiga, 19-29 Agustus 2010 bertema "Kualitas TKI yang Bermartabat" terselenggara di tiga pulau antara lain Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara Barat. Perjalanannya menempuh jalur udara dan darat dari Jakarta, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan Safari Ramadan BNP2TKI keempat pada 3-13 Agustus 2011 dengan mengusung tema "Kita Semua Peduli TKI", dilakukan di Pulau Sulawesi pada berbagai ibukota provinsi dan kabupaten/kota kantong TKI dengan menempuh jalur udara dan darat dari Jakarta, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengatakan, dengan Safari Ramadan, BNP2TKI banyak mendapat masukan untuk upaya perbaikan kebijakan pelayanan TKI, selain merupakan forum sosialisasi yang tepat terkait program-program penempatan dan perlindungan TKI dengan melibatkan pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, calon TKI, mantan TKI, keluarga TKI, PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta), serta elemen masyarakat peduli TKI.

Safari Ramadan, lanjut Jumhur, merupakan menjadi ajang koordinasi atau sinergi program bersama instansi pelayanan TKI daerah yaitu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bahkan tak jarang melibatkan unsur kecamatan dan perangkat desa.

Kegiatan Safari Ramadan masih ditambah lagi berupa peninjauan kantong-kantong TKI di pedesaan, kunjungan ke media lokal serta Balai Latihan Kerja Luar Negeri, dialog dengan TKI sukses, peluncuran dan peresmian program BNP2TKI untuk TKI, di samping dialog ataupun ceramah di perguruan tinggi mengenai peluang kerja di luar negeri.

"Semua program BNP2TKI dan khususnya kegiatan Safari Ramadhan dilakukan untuk membangun kemartabatan TKI, sekaligus peningkatan ke arah kualitas hidup beserta keluarganya," kata Jumhur.

Adapun tema-tema Safari Ramadhan pertama pada 2008 hingga kelima pada 2012, merupakan satu kesatuan makna untuk membangun sinergitas, semangat, dan rasa kepedulian yang besar kepada TKI, baik dengan melaksanakan program-program perbaikan pelayanan TKI atau melalui pemberdayaan mantan TKI dan keluarganya. Dengan demikian, TKI berikut keluarganya dapat semakin berkualitas dan bermartabat.

Sementara itu, Safari Ramadan BNP2TKI kelima yang mengambil tema "Sinergi Pelayanan TKI di Perbatasan", diarahkan untuk memberi penguatan terhadap persoalan TKI di perbatasan yang terbilang kompleks. "Tidak hanya TKI yang bermasalah yang bisa ditemui, namun calon TKI bermasalah juga sering kita temukan di perbatasan," ujar Jumhur.

Menurutnya, masalah penyelundupan manusia/TKI menjadi hal yang sering dijumpai di perbatasan. Seperti terjadi di Batam, umumnya calon TKI sengaja melalui Batam dengan cara ilegal yang dibantu pihak-pihak tidak bertanggungjawab, untuk diselundupkan ke Malaysia dan bahkan ada yang rela membayar sejumlah uang.

Ia menambahkan, berkali-kali pemerintah memulangkan mereka pula, namun ternyata tidak juga jera untuk kembali akibat kuatnya keinginan bekerja di Malaysia.

Jumhur mengaku, peraturan terhadap tenaga kerja asing di Malaysia memudahkan TKI untuk bisa bekerja apa saja. Makanya, jumlah TKI yang bekerja sebagai PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) hingga TKI yang memiliki keahlian khusus di negeri jiran itu, tak pernah surut tahun ke tahun dan sebagiannya memiliki beragam persoalan yang mengganggu.

Namun demikian, BNP2TKI berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan penempatan dan perlindungan TKI di daerah perbatasan, dan melalui safari ramadhan tahun ini diharapkan menjadi momentum yang kian nyata untuk menata perbaikan itu.

Dalam kegiatan Safari Ramadan kali ini, BNP2TKI melakukan kunjungan langsung ke berbagai pintu masuk yang banyak dilalui oleh calon TKI ke luar negeri seperti Pelabuhan Tanjung Balai Asahan (Sumut), Pelabuhan Kuala Langsa di Kabupaten Aceh Tamiang (Nanggroe Aceh Darussalam), Pelabuhan Dumai (Riau), Pelabuhan Batam, dan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang (Kepulauan Riau).

Pada hari pertama (24/7), Kepala BNP2TKI dan rombongan berangkat dari Kantor BNP2TKI menuju Medan (Sumut). Di Medan, hari pertama diisi serangkaian kegiatan seperti berkunjung ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Medan sambil berdialog dan berbuka puasa bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumut, Disnakertrans provinsi dan kabupaten/kota, calon TKI/TKI, TKI purna dan keluarga serta tokoh masyarakat ataupun kalangan PPTKIS.

Pada hari kedua (25/7), Kepala BNP2TKI bertemu Pejabat Gubernur Sumatera Utara beserta jajarannya, membuka bursa kerja luar negeri (job fair) dan setelah itu berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.

Pada hari ketiga (26/7), Kepala BNP2TKI berdialog dengan Bupati Deli Serdang dan menjadi pembicara pada kuliah umum di Politeknik Universitas Sumatera Utara tentang "Kemartabatan TKI", kemudian ke Kabupaten Langkat dan pada malam harinya ke Kabupaten Aceh Tamiang.

Hari keempat (27/7) diisi peresmian Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Aceh Tamiang, meninjau Pelabuhan Kuala Langsa, dan ke kampung TKI di Desa Serue, Kecamatan Seue, Kabupaten Aceh Tamiang. Dilanjutkan pertemuan dengan Bupati Aceh Tamiang beserta jajaran pemerintah kabupaten setempat dan para pemangku kepentingan TKI terkait "Kebijakan Pelayanan TKI dan Keluarganya".

Hari kelima (28/7), Kepala BNP2TKI dan rombongan kembali lagi ke Medan untuk menghadiri Bimbingan Teknik para perekrut TKI dari perusahaan jasa TKI, meninjau Rumahsakit Imelda yang merupakan sarana kesehatan (sarkes) bagi calon TKI guna memeriksakan kesehatannya, lalu berdialog dengan perawat dan pengurus rumahsakit itu.

Hari keenam (29/7) melanjutkan perjalanan hingga ke Pelabuhan Dumai (Riau) dan keesokan harinya atau hari ketujuh (30/7) bermalam di Pekanbaru (Riau).

Hari kedelapan (31/7), Kepala BNP2TKI bertemu Gubernur Riau dan kuliah umum di Universitas Riau, selanjutnya berdialog di BP3TKI Pekanbaru bersama calon TKI/TKI, TKI purna, keluarga TKI serta tokoh masyarakat dan kalangan PPTKIS beserta asuransi TKI.

Pada hari kesembilan (1/8), Kepala BNP2TKI dan rombongan melanjutkan perjalanan udara dari Riau ke Batam dan dijadwalkan menyampaikan kuliah umum di Universitas Batam, lalu berdialog dengan TKI dan pemangku kepentingan TKI di P4TKI Batam.

hari kesepuluh (2/8), Kepala BNP2TKI meninjau aktivitas pelayanan TKI di Pelabuhan Tanjungbungur, Batam, bertemu Gubernur Kepulauan Riau beserta jajarannya di Tanjungpinang, lalu meninjau Pelabuhan Sri Bintan Pura untuk berdialog dengan TKI deportan yang baru tiba dari Malaysia.

hariari kesebelas (3/8), Kepala BNP2TKI sahur bersama dengan para TKI deportan di Penampungan TKI Bermasalah. Seterusnya terbang ke Jakarta dan sebagai akhir rangkaian kegiatan safari ramadan, diadakan peninjauan ke Balai Pelayanan Kepulangan TKI di Selapajang, Tangerang, Banten (area Bandara Soekarno-Hatta) untuk juga berbuka puasa bersama TKI yang baru tiba di tanah air dari sejumlah negara. | Ari, Liputan6

Share this article :
 
Support : Komunitas Tamiang Cyber (KOMTER) | Akta Notaris No. 08 Tanggal 23 November 2013 Sekretariat : Jl. Ir. H. Juanda No. 180 Dsn. Rukun Kec. Karang Baru - Aceh Tamiang
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved