Headlines News :
Home » , » Ini Daftar Perusahaan tak Bayar Retribusi Galian C

Ini Daftar Perusahaan tak Bayar Retribusi Galian C

Written By Sayed Mahdi on Kamis, 26 Juli 2012 | 13.49

Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh Tamiang mengungkapkan, cukup banyak perusahaan perkebunan di Aceh Tamiang yang tidak mau mengurus izin galian C. Dengan demikian secara otomatis perusahaan-perusahaan tersebut juga tidak membayar retribusi galian C. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak bertahun-tahun.

“Sudah bertahun-tahun menggunakan tanah-batu untuk penimbunan jalan di kebun, namun mereka enggan membayar restribusi, padahal jumlahnya hanya jutaan rupiah. Kita sudah sering menyurati mereka,” pungkas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh Tamiang, Ir Fadli didampingi Sekretaris, Jamaluddin ST MT, dan Kasie Perizinan Fahmi Harahap ST, kepada Serambi, Rabu (25/7).

Pihak perkebunan enggan mengurus izin dan membayar retribusi galian C karena bahan galian yang mereka gunakan berada dalam areal HGU (Hak Guna Usaha) perkebunan. Menurut Fadhil, pendapat itu keliru sebab walaupun material berada dalam kawasan HGU, retribusi tetap harus dibayar sebesar Rp 3.000 per kubik sesuai dengan Qanun Aceh Tamiang.

“HGU yang diberikan kepada pemilik perusahaan perkebunan hanya untuk ditanami sawit, sedangkan kandungan lain seperti emas, minyak bumi, maupun bahan galian C yang ada dalam kawasan HGU tetap menjadi milik daerah,” ujarnya.

Kasus terakhir ketika PTPN Kebun Pulau Tiga mengambil galian C di Desa Kaloy untuk penimbunan badan jalan. Diperkirakan tanah yang digunakan mencapai 6.500 kubik dengan harga Rp 3.000 per kubik. Namun sudah dua bulan disurati belum juga ada realisasinya. Begitu juga dengan PT Pertamina EP Rantau yang menggunakan galian C untuk timbunan di lokasi pengeboran sumur minyak.

“Petugas kita pernah minta data jumlah pemakaian galian C yang digunakan PT Pertamina EP Rantau. Tapi pihak manajemen menyuruh minta data ke BP Migas. Kan ngada-ngada tu. Masa data itu saja tidak tahu, kan aneh,” ketus Fadli.

Ia berharap kedua BUMN ini menjadi contoh yang baik yang taat mengurus izin galian C dan taat membayar restrubusi daerah. Fadhil menyebutkan, masih banyak perusahaan perkebunan lain yang tidak mau mengurus ijin dan tidak membayar retribusi. “Kita berharap semua perusahaan yang beroperasi di tamiang taat mebayar pajak daerah atau restribusi galian C,” harap Kadistamben Aceh Tamiang ini. | Serambinews, Foto : Ilustrasi

Share this article :
 
Support : Jasa Design Blogger Template | Free Template
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved