Headlines News :
Home » » Membuat Bijih Plastik dengan Mesin Pencacah Sederhana

Membuat Bijih Plastik dengan Mesin Pencacah Sederhana

Written By Sayed Mahdi on Jumat, 10 Agustus 2012 | 09.14

Sampah merupakan persoalan tersendiri yang tak pernah selesai dibahas, apalagi di tengah ‘pemanasan global’ yang bukan sekedar isu lagi. Sampah non organik menjadi salah satu tersangka utama atas dosa abadinya yaitu tidak mau diurai oleh alam secara alami.
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah non organik yang secara garis besar meliput kegiatan pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Dengan daur ulang, sampah yang tadinya tak berguna disulap menjadi produk baru yang bernilai guna sama maupun produk baru yang punya fungsi berbeda.

Dalam pengertian sempit, tak jarang proses atau kegiatan daur ulang dinilai sebagai proses yang (lebih) mahal dibanding membuat produk baru. Namun secara kompleks, tujuan dari kegiatan daur ulang memiliki cakupan yang luas, yaitu mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi kerusakan lahan, dan mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca, ketimbang proses pembuatan barang baru. Penghematan energi dan polusi yang cukup besar bisa didapatkan dari daur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.

Menyikapi hal ini, Nur Adnan DR beserta kawan-kawannya, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta, membuat mesin pencacah plastik. Mesin sederhana ini cukup produktif dan efisien digunakan di lingkungan rumah tangga untuk mengubah bentuk sampah plastik menjadi bijih plastik (flakes, keping-keping plastik yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diolah lagi). Dengan demikian, sampah plastik yang menumpuk di lingkungan rumah tangga atau industri rumah tangga dapat lebih terkelola sehingga lingkungan lebih bersih dan sehat. Selain itu, pabrik pengolah plastik mau membeli sampah plastik yang sudah tercacah karena memperingan proses produksi mereka. Dan itu, berarti pendapatan bagi warga masyarakat.

Pengolahan Bijih Plastik di Pabrik
Secara garis besar, pabrik pengolah plastik akan memproses bijih plastik menjadi produk plastik baru dalam berbagai bentuk melalui beberapa proses. Bijih plastik dicuci dengan cairan kimia atau cairan panas, kemudian dipanaskan sampai cair lalu dicetak menyerupai lidi panjang. Bentuk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai permintaan. Dalam proses pencairan (pelelehan) tadi, selain diberi pewarna (sesuai permintaan), biasanya ditambahkan pula polymer. Polimer adalah unsur kimia yang dapat merekatkan, melenturkan plastik, agar tidak mudah patah atau pecah saat dibentuk nantinya.
Potongan-potongan plastik yang sudah diwarnai ini dimasukkan ke dalam mesin cetak (moulding machine) untuk dilelehkan dan dicetak sesuai keinginan. Misalnya, embel, gayung, tas plastik, jerigen, dan lain-lain. Nah, produk-produk inilah yang kemudian kita temui di pasaran.

Bijih Plastik dari Mesin Sederhana
Anda mungkin bertanya-tanya, plastik yang seperti apa yang dapat diproses menjadi bijih plastik dengan mesin pencacah ini. Seperti Anda ketahui, terdapat bermacam-macam jenis plastik di dunia ini. Jenis-jenis plastik tersebut digolongkan dalam beberapa kelompok berkode. Untuk plastik kemasan produk pangan, terdapat tujuh kelompok dengan kode angka 1 hingga 7, diikuti singkatan nama bahan. Angka tersebut biasa ditulis di tengah gambar segitiga (simbol daur ulang).

Jenis plastik yang dapat dicacah dengan mesin ini adalah jenis plastik yang berkarakter cenderung keras dan tebal (bukan tipis seperti tas plastik, atau tas kresek). Contohnya adalah botol minuman, kursi plastik dan sebagainya. Biasanya berkode PET (Poly Ethylene Theraphalate), HDPE (High Density Polyethylene), PVC (Poly Vinyl Chlorida), PP (Poly Propylene), dan PS (Poli Styrene).

PET umumnya dipakai pada botol minuman atau bahan konsumsi cair lainnya, HDPE pada botol deterjen, PVC pada pipa dan furnitur, sedang PP pada tutup botol minuman, sedotan dan beberapa jenis mainan. Dan PS sering dipakai untuk pembuat kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur lainnya.

Menurut Nur Adnan dkk, mesin pencacah plastik yang ada sekarang ini menggunakan pisau yang terbuat dari baja pejal dan ber-casing (kemasan, tampilan luar) kurang menarik. Nur Adnan dkk memodifikasi mesin yang ada dengan mengubah bentuk pisau dan tampilan luarnya. Perubahan pada pisau bertujuan untuk meningkatkan putarannya sehingga diharapkan dalam waktu singkat dapat menghasilkan bijih plastik yang berkualitas. Sedang tampilan luar dimodifikasi agar lebih menarik dan memiliki nilai estetika.

Mesin pencacah plastik ini terdiri atas berbagai komponen yang saling mendukung agar dapat bekerja dengan baik. Setiap bagiannya berkaitan dan mempunyai fungsi masing-masing. Beberapa komponen yang penting tersebut diantaranya adalah body mesin pencacah plastik, saringan dan saluran keluar bijih plastik. Body mesin pencacah plastik berfungsi untuk menahan sampah plastik yang hancur agar tidak keluar dari proses pencacahan. Saringan berfungsi untuk menentukan ukuran bijih plastik yang terbentuk setelah proses pencacahan. Saluran keluar berfungsi untuk jalan keluar bijih plastik.
Nur Adnan dkk memanfaatkan plat bekas untuk membuat pisau dan rumah pisaunya.

Pisau mesin dibuat dengan plat bekas berketebalan minimal 0,5 mm, sedang rumah pisaunya dengan plat berketebalan 5 mm. Untuk mata pisau, digunakan pegas daun bekas (pegas truk). Rangka dibuat dari propil u ukuran 40 x 35 x 3,5 mm, atau propil l ukuran 40 x 40 x 3,5. Proses perakitan terdiri dari 2 macam, pada body dan saluran keluar menggunakan proses pengelingan atau riveting dengan diameter lubang sambungan 4 mm dan diameter rivet 3 mm.

Untuk rangka, saringan, dan pisau di rakit dengan las busur listrik. Untuk tenaga penggeraknya dipilih motor listrik dengan kekuatan 1 pk. Untuk penentuan besar kecilnya kekuatan motor listrik, terlebih dahulu dihitung kekuatan tarik maksimum dari plastik/sampah plastik yang akan dihancurkan, setelah proses penghitungan maka besar kekuatan minimum dari motor listrik adalah 1 pk. Kapasitas mesin adalah ¼ kg per menit, dibuat dengan ukuran 540 x 500 x 1200 mm dengan tujuan untuk pemakaian tingkat industri rumah tangga.

Cara kerja mesin cukup sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan sampah plastik yang sudah dibersihkan dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya (PET, HDPE, dan lain-lain), lalu memasukkannya ke dalam mesin yang menyala. Tunggu sekitar 1 menit, jadilah bijih plastik (flakes) yang siap dijual ke pabrik pengepul. Jika memungkinkan, Anda bahkan dapat mengolahnya sendiri sesuai kebutuhan.

Lakukan Apa yang Bisa Dilakukan
Plastik adalah materi yang luwes. Meski tak akan pernah habis karena tak dapat diuraikan oleh alam, plastik selalu dapat didaur ulang walau tentu saja kualitasnya pasti menurun. Bijih plastik dari ember bekas, misalnya, dapat dibuat menjadi ember lagi tetapi tidak akan mencapai kualitas yang sama. Namun bijih plastik dari ember ini bisa menjadi produk lain seperti tas kresek (tas plastik jinjing).

Apabila sebelumnya Anda angkat tangan atau geleng-geleng melihat sampah plastik produksi pribadi Anda, barangkali mesin pencacah plastik kreasi Nur Adnan dkk ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan. Apalagi jika digunakan bersama dalam lingkungan RT atau RW. Dengan adanya mesin ini, sampah plastik di lingkungan dapat lebih terkelola dan tidak terbuang sia-sia, terlebih jika Pak RT/RW mengeluarkan Undang-Undang Anti Pemulung di daerah Anda.

Lakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk masa depan anak cucu. Menjual sampah plastik ke pengepul, atau memberikan sampah plastik pada pemulung di luar kawasan kampung, adalah salah satu langkah mudah yang cukup berarti. | Dana Rizki & Titis LN, icbc-indonesia.org

Share this article :
 
Support : Komunitas Tamiang Cyber (KOMTER) | Akta Notaris No. 08 Tanggal 23 November 2013 Sekretariat : Jl. Ir. H. Juanda No. 180 Dsn. Rukun Kec. Karang Baru - Aceh Tamiang
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved