Headlines News :
Home » , , , » Terkait Penggelapan Undian BRI, Ketua Poktan Dipolisikan

Terkait Penggelapan Undian BRI, Ketua Poktan Dipolisikan

Written By Rico Fahlevi on Sabtu, 12 Januari 2013 | 12.30

Foto | Berita Sore


Berita Sore | Tarmizi Puteh


Terkait penggelapan mobil xenia undian BRI Cabang Langsa oleh Ketua Poktan Tunas Muda Desa Sulum, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang. Anggota Poktan, Selasa (8/1), secara resmi melaporkan kasus penggelapan hadiah mobil tersebut ke Mapolres Aceh Tamiang.

Poktan Tunas Muda Desa Sulum pemegang nomor rekening 7030-01-003943-53-6 BRI Cabang Langsa,  yang memenangi kupon undian nomor 00032504770 mendapat hadiah 1 unit mobil Daihatsu Xenia dari BRI Cabang Langsa. Ironisnya, hadiah undian tersebut dijual tanpa musyawarah dengan anggota oleh Ketua Poktan Sofian.

Saat ditemui Berita Sore, di SPK Polres Atam,  beberapa anggota Poktan Tunas Muda yang didampingi, Jamal Arip (36) Tokoh Masyarakat Desa Sulum menerangkan, bahwa kasus penjualan mobil hadiah oleh ketuanya, sebelumnya pernah dicoba diselesaikan secara musyawarah.

“Ketua Poktan Tunas Muda, selalu menghindar atau tidak mengindahkan, oleh karena tidak ada penyelesaian, maka anggota poktan, terpaksa mengambil langkah hukum, yaitu melaporkan kasus penggelapan tersebut ke Mapolres Atam”, kata Jamal.

Kepala SPK Polres Atam, Ipda Tavip Priawen, SH saat dikonfirmasi Berita Sore tentang laporan penggelapan tersebut membenarkan, bahwa ada beberapa orang dari  kelompok tani Desa Sulum melapor dan saat ini  sudah diterima di SPK Polres untuk ditindak lanjuti.

Menurut Jamal Arif dan Gogon (28), bahwa beberapa penyelesaian pernah dilakukan yaitu dengan mengadakan rapat, hari Rabu (2/1) dihadiri 29 orang anggota dan ketua rapat meminta pertanggung jawaban Ketua  soal hadiah 1 unit mobil Daihatsu yang diambil atau diterima dari BRI Cabang Langsa atas nama poktan.

Dalam rapat tersebut ketua kelompok Sofian menjelaskan,  bahwa mobil tersebut telah dijual  seharga  Rp 80 juta Dari hasil penjualan mobil tersebut, Sofian telah mengeluarkan uang di antaranya untuk pajak Rp 28 juta, servis  untuk BRI Rp 2,7 juta, transportasi Rp 5oo ribu.


Kemudian, jatah PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan) Dishutbun, Unterkis  Rp 10 juta, jatah Kepala Dishutbun, Syahri Rp 15 juta,  jatah Ketua (Sofyan sendiri) Rp 7,5 juta, untuk membayar/menutup uang adat Rp 1 juta, untuk  anggaran membuat   kolam desa  Rp 4 juta, untuk   membayar ongkos angkut pupuk Rp 350 ribu, hak agen yang menjual mobil sejumlah Rp 3 juta, dan kenduri anak yatim Rp. 1,7 juta.


Selanjutnya tambah Gogon dan beberapa anggota lainnya, rapat Poktan Tunas Muda pada hari Jum’at (4/1) dihadiri 29 orang tanpa kehadiran Ketua, dalam rapat  diputuskan bersama, agar permasalahan Ketua Poktan Tunas Muda,  yang diduga telah menjual mobil tersebut.

Pada rapat tersebut ketua poktan diminta untuk mengembalikan uang Rp 60 juta kepada Poktan Tunas Muda Desa Sulum untuk menyelesaikan perkara ini. Namun, tawaran dan  waktu yang diberikan kepada ketua poktan tetap tidak diindahkan dan selalu menghindar.

Karena tidak ada penyelesaian dengan terpaksa  anggota poktan melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Tamiang, untuk bisa diusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam  penggelapan  hadiah  mobil tersebut.  (***)

Share this article :
 
Support : Jasa Design Blogger Template | Free Template
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved