Headlines News :

BERITA TERKINI

Ssstt…! Tronton Arang Ditangkap Lepas Polisi Atam

Written By Suara Tamiang on Selasa, 18 November 2014 | 20.30

suara-tamiang.com, KARANG BARU - Satuan Reskrim Unit Resmob (Reserse Mobile) Polres Atam (Aceh Tamiang) mengamankan satu unit tronton warna biru bernomor polisi BK 8215 LO yang diduga kuat mengangkut ‘mutiara hitam’ (arang-red) yang dikelola oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Meupakat Kota Langsa, di SPBU Alur Bemban, Senin (17/11) kemarin siang.
 
Kendati supir dan kernet tronton memperlihatkan berkas-berkas berupa Nota Angkutan nomor 059/KSUBM/XI/2014 yang dikeluarkan oleh KSU Bina Meupakat Kota Langsa sebagai pengirim, dan akan diterima oleh CV Primadona yang beralamat di Jl. Pasar Besar Medan.
 
Namun, Satuan Resmob yang dipimpin Ipda Triswan Yani menahan dan mengarahkan supir untuk memarkirkan trontonnya di Mapolres Atam. Hal ini ditengarai, di nota angkutan tercantum volume arang seberat 16 ton dengan jumlah bundel 800 batang. Faktanya, nota terindikasi dipalsukan jumlah tonase yang dilihat dengan kasat mata atau ditaksir lebih kurang 30 ton.
 
“Kita sudah lihat nota angkutannya, tapi kita ragu dengan keaslian dokumennya, maka kita tahan tronton beserta supir dan kernet untuk diperiksa. Menurut keterangan supir, kami diminta menghubungi manajer yang menghandle arang ini. Kalau gak salah namanya Ismail Abda”. Ujar Triswan Yani kepada sejumlah awak media yang mengetahui penangkapan tronton tersebut.
 
Hal ini dibenarkan juga oleh supir tronton yang disambangi STC dilokasi yang sama, dirinya tidak tahu menahu urusan administrasi angkutan arang tersebut. Dirinya meminta agar menghubungi manajer yang menerbitkan dokumen Ismail Abda sembari memberikan contact person 085374285048. Namun, beberapa kali dihubungi nomor tersebut tidak aktif atau diluar jangkauan menurut operator Telkomsel.
 
Terkait hal tersebut, Plt (Pelaksana Tugas) Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra yang dihubungi sejumlah awak media mengatakan “Akan melihat delik tindak pidananya, karena masih dalam pemeriksaan oleh Unit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu)”, demikian sebut Ferdian Chandra.
 
Amatan STC di Mapolres Atam pagi hari ini, Selasa (18/11), tronton warna biru bernomor polisi BK 8215 LO tampak sudah meninggalkan tempat tersebut tanpa hambatan yang begitu berarti. Namun, belum ada pihak yang bisa memberikan keterangan terkait tangkap lepas tronton arang tersebut. (Rico Fahrizal/STC)

Yusril Tertawa Jokowi Naikkan Harga BBM

suara-tamiang.com, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menertawakan keputusan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi. Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar sebesar Rp 2.000 per liter. Alhasil, per 18 November pukul 00:00 WIB, harga premium menjadi Rp 8.500 dan solar menjadi Rp 7.500 per liter.

Melihat hal itu, Yusril menilai kebijakan Jokowi aneh. Pasalnya, harga minyak dalam negeri dinaikkan ketika harga minyak dunia tengah mengalami penurunan. "Huahahaha Presiden Jokowi naikkan harga bbm ketika harga minyak dunia sedang turun. Gejala apa nih ya?" ujarnya melalui akun Twitter, @Yusrilihza_Mhd.

Dalam APBN 2014, pemerintah menetapkan harga minyak dunia sebesar 105 dolar AS per barel. Sementara, saat ini harga minyak turun di kisaran 75 dolar per barel. Menurut anggota DPR Lucky Hakim, keputusan Jokowi itu telah melanggar aturan yang berlaku. (Baca: Naikkan BBM, Jokowi Langgar UU APBN)

"Presiden menaikan harga BBM tanpa persetujuan DPR, ini tidak sesuai dgn UU APBN pasal 7 ayat 6a," katanya melalui akun Twitter, @sayaluckyhakim. "Pasal 7: pemerintah hanya dpt menaikkan harga BBM tanpa persetujuan DPR bila harga minyak dunia naik hingga 15% di atas asumsi APBN." (Republika)

Politikus PDIP Ini Tuding Tiga Menteri Biang Kerok Kenaikan BBM

suara-tamiang.com, JAKARTA -Politikus PDIP Effendi Simbolon menuding kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 tak terlepas dari 'dorongan' tiga menteri yang disebutnya menjadi antek neoliberalisme.
Menurut Effendi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan juga Menteri ESDM Sudirman Said merupakan dalang dibalik kenaikan harga tersebut.
"Rini Soemarno, Sofyan Djalil, Sudirman Said dan kroninya biang keladi,"cetus Effendi di komplek Parlemen, Selasa (18/11). Effendi turut menyesalkan langkah Presiden Joko Widodo yang notabene sama-sama berasal dari PDIP memutuskan untuk menaikan harga BBM.
Senada dengan Effendi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nasional menyebut tiga menteri tersebut merupakan aktor dibalik kenaikan BBM, sehingga ketiganya didesak agar dicopot.
"KAMMI mendesak Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM. Ini menambah miskin rakyat saja. Lalu KAMMI juga minta supaya Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman dicopot,"cetus Koordinator KAMMI, Rino saat berdemonstrasi di Kantor ESDM, siang ini.
Tak hanya itu, dalam orasinya KAMMI juga meminta agar harga sembako diturunkan, karena sebelum kenaikan harga BBM, harga sembako sudah melambung. (republika)

Kesbangpol dan Linmas Atam Laksanakan Pelatihan SDM Ormas dan Parpol

Written By Suara Tamiang on Senin, 17 November 2014 | 13.49

suara-tamiang.com, KARANG BARU - Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Linmas Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan Pelatihan Sumber Daya Manusia Pengurus Ormas dan Parpol, senin (17/11) di SKB Karang Baru.

Pelatihan yang mengambil tema "Melalui Pelatihan SDM pengurus ormas dan parpol Mari Kita Tingkatkan Peran Aktif Ormas dan Parpol dalam Pembangunan di buka oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Drs Zulkarnaeny MAP. Acara pembukaan juga dihadiri oleh para kepala Dinas/Badan juga hadir salah seorang tokoh masyarakat Aceh Timur yang juga mantan wakil Bupati Aceh Timur Drs Nabhani.

Kepala Kesbangpolinmas Aceh Tamiang Drs Rudianto dalam laporannya mengatakan, pentingnya pelatihan ini karena selama ini banyak ormas yg belum dapat berperan sesuai dengan UU Nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan.

Rudianto mengatakan pelatihan akan berlangsung satu hari penuh dan diikuti oleh 50 orang peserta dari ormas dan parpol dalam Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara Wakil Bupati Aceh Tamiang Drs Zulkarnaen MAP dalam sambutannya mengatakan, keberadaan ormas dan parpol merupakan pilar demokrasi, sehingga keberadaannya mutlak diperlukan. (Yeddi/STC)

Proyek Aspal Jalan di Kualasimpang Berkualitas “Abal-Abal”

suara-tamiang.com, KUALASIMPANG - Kualitas aspal di Kota Kualasimpang dinilai paling buruk. Ini disampaikan sejumlah masyarakat kepada STC, Minggu (16/11) kemarin siang.
 
Menurut tokoh pemuda setempat Andi Kecil, kualitas aspal yang buruk tak lepas dari peran Dinas Pekerjaan Umum yang sama sekali tidak pernah mengontrol pekerjaan para kontraktor ketika melakukan pengaspalan di jalan-jalan Kota Kualasimpang.
 
"Apalagi kalau delapan enam (suap) pasti itu pengawas dari Dinas PU langsung tanda tangan semua berkas dengan keterangan baik dan sesuai spesifikasi walaupun kenyataannya proyek tersebut sangat buruk kualitasnya," kata Andi Kecil.
 
Hal senada diungkapkan Nunung. Menurut perempuan cantik bertubuh pendek ini, PemerintahKabupaten Aceh Tamiang dan Pemerintah Provinsi Aceh sama-sama ladang korupsi terkait dengan pekerjaan pengaspalan jalan-jalan di Kota Kualasimpang.
 
"Selalu di media Dinas PU katakan akan black list perusahaan kontraktor yang kualitas pekerjaan jelek. Eh buktinya di kemudian hari, kontraktor ini juga yang tetap kerjakan proyek tersebut. Artinya pasti ada korupsi yang dilakukan sehingga kontraktor abal-abal tetap digunakan jasanya," kata Nunung.
 
Sekedar diinformasikan, sudah sejak tahun 2010 pekerjaan jalan di Kabupaten Aceh Tamiangselalu bermasalah. Bahkan di beberapa titik, pengaspalan yang dilakukan hanya bertahan selama 2 pekan saja. (rico fahrizal/STC)

Teks Foto : Salah seorang warga Desa Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang Jamal Marzuki terpaksa mengecor semen disisi pinggir aspal abal-abal menuju pintu masuk kerumahnya, agar ban mobilnya tidak terlalu tinggi menaiki ke badan jalan yang beraspal abal-abal itu. (Rico Fahrizal/STC)

MDSK Desa Kotalintang Bentuk Panitia Pemilihan Datok

suara-tamiang.com, KUALASIMPANG - Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) Kotalintang menggelar rapat pembentukan P2DP (panitia pemilihan Datok Penghulu), Jum’at (14/11) di Aula Kantor Desa Kotalintang. Pada kesempatan tersebut, Syamsul Bahri terpilih menjadi ketua Panitia dan Muhammad Sopian, SE sebagai Sekretaris.

Hal ini berdasarkan Qanun (Perda-red) nomor 4 Tahun 2009 tentang tata cara pemilihan dan pemberhentian Datok Penghulu (Kepala Desa) serta surat Camat Kota Kualasimpang nomor 140/465 tanggal 11 november 2014 perihal persiapan pelaksanaan pemilihan Kades tahun 2015.

Ketua MDSK Kampung Kotalintang, Rahmad Syahrial SH yang sekaligus memimpin jalannya pembentukan P2DP menyarankan, agar nantinya panitia ini bisa bekerjasama dan selalu bersikap netral, tidak memihak kepada salah satu calon kandidat serta menjalankan kewajiban dengan sebaik baiknya, karena sangat menentukan masa depan Desa  untuk enam tahun kedepan. 

Hal senada juga disampaikan Tokoh masyarakat setempat, Syafruddin Bay kepada panitia yang terpilih supaya menjalankan amanah dengan sesungguhnya dan tetap independen, sehingga proses pilkades Desa Kotalintang tahun 2015 mendatang dapat berjalan lancar dan sukses.

Sementara itu, Izuddin anggota Komisioner KIP (Komisi Independen Pemilihan) atau KPU Aceh Tamiang, yang juga tokoh pemuda Desa Kotalintang turut menyumbangkan saran, terkait aturan pemilihan yang harus diperhatikan, Seperti mengetahui tanggal pasti pemilihan sebagai acuan dalam pendataan pemilih. Selanjutnya, penyusunan tahapan dan jadwal dan lain-lain, saran Izuddin. (rico fahrizal/STC)

PDAM Tamiang Putuskan Sambungan 250 Pelanggan

Written By Suara Tamiang on Sabtu, 15 November 2014 | 22.12

suara-tamiang.com, KUALASIMPANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tamiang melakukan pemutusan sebanyak 250 sambungan pelanggan, karena menunggak pembayaran rekening air, meskipun tunggakan rekening.
Ketua Dewan Pengawas PDAM, Razuardi didampingi Direktur Suheri kepada Serambi Kamis (13/11) mengatakan, selama dua bulan tim pemutusan dan penertiban pelanggan bekerja, tim sudah melakukan pemutusan sambungan 250 jaringan air ke rumah pelanggan yang menunggak rekening air. “Pada saat tim ke lapangan jika ada pelanggan yang melunasi tunggakannya, pemutusan langsung dibatalkan,” ujarnya.
Dampak penertiban ini, tambah Suheri, pemasukan untuk PDAM meningkat. Disebutkan, jika biasanya pemasukan dari rekening itu hanya Rp 450 juta perbulan atau setara 65-75 persen dari jumlah rekening air yang ada, kini meningkat di atas 100 persen mencapai Rp 550-650 juta/ bulan.
Selain itu, tim juga melakukan penertiban terhadap sambungan liar yang merugikan PDAM, dari hasil audit BPKP beberapa bulan lalu angka kehilangan air PDAM Aceh Tamiang menurun dari 32 persen menjadi 23 persen dari total produksi air PDAM 261.831 M3 setiap bulan. “Kehilangan air menjadi kendala utama perusahaan untuk meningkatkan produksi karena biaya biaya produksi yang dikeluarkan menjadi sia-sia,” ujar Direktur Utama PDAM Aceh Tamiang itu.
Penertiban yang dilakukan juga berdampak terhadap penurunan tunggakan rekening pelanggan, turun dari Rp 3 miliar, kini tersisa menjadi Rp 2,5 miliar lebih. Pihaknya, berharap warga terus mendukung kerja tim PDAM agar pelayanan yang diberikan perusahaan ini terus meningkat menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan daerah. Sedangkan syarat penyambungan kembali jaringan yang telah diputuskan itu, yaitu lunasi tunggakan dan harus membayar denda.
Sementara itu, seorang pelanggan PDAM Aceh Tamiang, Adlin mengatakan, alangkah baiknya jika tunggakan dibawah tiga bulan diberikan keringanan untuk membayar tunggakan jangan asal potong saja. “Beritahukan dulu sebelum dilakukan pemutusan, jangan datang langsung main potong jaringan air,” ujarnya.
Selain itu, PDAM juga harus mengimbangi dengan peningkatan pelayanan kepada pelanggan yakni berusaha agar air setiap saat bisa lancar mengucur ke rumah pelanggan. Dan yang paling penting, kata Adlin, PDAM juga harus mendata kawasan mana air yang sering macet. Sebab, masih banyak pelanggan yang belum terlayani dengan baik. Sebab, air kadang keluar kadang macet. (md/serambinews)

Pemberian Nama RSU Tamiang Diseminarkan

suara-tamiang.com, KUALASIMPANG - Seminar yang diprakarsai RSUD Aceh Tamiang, Kamis (14/11) merekomendasikan nama rumah sakit itu menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Silang Aceh Tamiang. Raja Silang merupakan Raja Kerajaan Karang yang melawan penajajahan Belanda hingga akhir masa hayatnya pada tahun 1925.
Seminar yang digelar di aula Setdakab menghadirkan pemateri tokoh masyarakat Tamiang, Sulaiman AB yang membawa materi sejarah pemekaran Aceh Tamiang, T Insyafuddin memaparkan latar belakang perlunya identitas RSUD, dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Syarifuddin Ismail mengulas sejarah dan budaya Aceh Tamiang.       
Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati pada pembukaan seminar pemberian nama RSUD Aceh Tamiang mengatakan, musyawarah pemberian nama rumah sakit penting dilakukan, agar identitas rumah sakit memiliki nama bernilai luhur dan mempunyai nilai-nilai kearifan lokal. “Dengan nama yang luhur, semangat pelayanan juga bernilai luhur dan berazaskan nilai-nilai Islami, bukan melepaskan kewajiban saja,” ujarnya.
Sebagai mana kita ketahui, RSUD mempunyai tugas utama dalam upaya pemyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.
Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah diberlakukan sejak Januari 2014, menuntut perubahan paradigma pelayanan kesehatan di rumah sakit, dimana rumah sakit merupakan terminal rujukan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, rehabilatif dan upaya pengembangan, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat berkualitas.
Dalam seminar tersebut mencuat nama RSUD Aceh Tamiang dengan nama Raja Silang dimana Raja Silang merupakan Raja Kerajaan Karang tempat berkedudukan rumah sakit itu sendiri.
Disamping itu Raja Silang merupakan pahlawan yang gigih melawan penjajah Belanda hingga akhir hayatnya. Bahkan beliau pernah diasingkan ke Bengkalis dan kembali lagi ke Aceh Tamiang pada tahun 1900 M.
Nama RSUD Tamiang bernama RSU Raja Silang ini diusulkan oleh Ketua MAA, Syarifuddin Ismail.
Nama lainnya yang diusulkan dengan nama RSUD Raja Sulung yang diusulkan Anggota MPU Aceh Tamiang Tgk Jailani dan RSUD Muda Sedia diusulkan oleh unsur masyarakat Hj Wan Rodiah. “Ketiga nama tersebut ditetapkan dalam musyawarah tersebut dan akan diusulkan kepada DPRK Aceh Tamiang untuk ditetapkan dalam qanun Aceh Tamiang.(md/serambinews)
.
.
 
Support : Komunitas Tamiang Cyber (KOMTER) | Akta Notaris No. 08 Tanggal 23 November 2013 Sekretariat : Jl. Ir. H. Juanda No. 180 Dsn. Rukun Kec. Karang Baru - Aceh Tamiang
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved