Headlines News :

BERITA TERKINI

Raskin di Manyak Payed Bercampur Batu

Written By Ucok Keling on Jumat, 24 Oktober 2014 | 08.12

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang |  Warga Desa Seunebok Baro dan Desa Bukit Panjang 1, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, mengeluhkan kualitas beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang diterima banyak sangat buruk karena bercampur gabah dan batu. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa menggiling kembali beras tersebut agar dapat dikonsumsi.

Salah seorang warga menuturkan, sebelum digiling kembali dia enggan memasak jatah raskinnya. Sebab, selain bulir beras tampak kotor, juga masih banyak campuran gabah dan batu.

Namun kemudian dia berinisiatif menggilingnya kembali. Ongkos penggilingan pada kilang berkisar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 untuk 30 kg beras. 

Sehingga warga harus mengeluarkan biaya dua kali agar dapat mengonsumsi raskin tersebut."Meski berasnya sudah kita giling, batunya masih tetap ada," kata Atik, warga Desa Bukit Panjang 1 kepada Medan Bisnis, Kamis (23/10).

Hal serupa dikatakan pasangan suami istri, Eriadi (28) dan Irna (20), tapi mereka belum menggunakan jatah raskin tersebut begitu mendapat informasi beras tidak layak konsumi.

"Lebih baik kami beli dulu beras di kedai, nanti kalau sudah kehabisan stok baru masak beras jatah dari desa," kata Irna.

Di Desa Bukit Panjang 1, setiap kepala keluarga mendapat jatah raskin sebanyak 8 kg dengan harga Rp 2.000/kg.Sementara di Dusun Karya, Desa Seunebok Baro, sebanyak 600 kg raskin terpantau belum keseluruhan habis dibagikan kepada warga yang membutuhkan.Informasi yang diterima, warga tidak begitu berminat karena kualitas beras buruk.

"Untuk dusun ini (Karya) baru separuh warga yang mengambil jatah raskin. Setiap warga miskin haknya bervariasi, dari 5 kg, 6 kg, bahkan satu karung 15 kg, tergantung jumlah anggota keluarga yang masih jadi tanggungan kepala keluarga," ujar Mar, istri Kepala Dusun Karya saat ditemui sedang membagikan beras kepada warga.

Menurut Mar, sudah dua kali penyaluran raskin kondisinya jelek, membuat sejumlah warga malas datang untuk mengambil beras."Kami kira jatah raskin kali ini bagus, ternyata sama saja dengan bulan lalu. 

Selain banyak batu, berasnya pun hancur menjadi menir," uangkap Mar yang diamini Nonik, warga dusun setempat.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Manyak Payed Wan Irwansyah menjelaskan, selama ini mekanisme pengambilan rasmin minimal selalu melibatkan utusan dari desa masing-masing. 

Jika raskin dinilai tidak layak konsumsi, maka datok penghulu maupun utusannya berhak menolak raskin tersebut.

Namun, sejauh utusan yang datang ke kecamatan menerima dan dianggap cocok, raskin disalurkan ke desa-desa."Bila kondisi raskin jelek, utusan dari desa wajib menolak. 

Dengan adanya alasan tersebut kami bisa memberitahukan pihak Bulog untuk membawa pulang beras dan menggantinya dengan yang layak," ucapnya.

Dikatakan Iwan, kuota raskin untuk Manyak Payed sebanyak 46.905 kg/bulan. Dengan adanya keluhan dari masyarakat, pihaknya berjanji akan mengawasi dan meneliti beras yang akan disalurkan. 

"Jika bulan depan raskin masih jelek, kami akan sama-sama menolaknya," sambung Iwan. (dede/stc)

Foto : Ilustrasi/bisnisaceh.com

Pertamina Temukan Penimbunan Minyak Curian

Written By Ucok Keling on Kamis, 23 Oktober 2014 | 08.38

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang | Petugas PT Pertamina EP Field Rantau menemukan tempat penimbunan minyak hasil curian di kawasan Pasar Pagi, Desa Sungai Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Rabu (22/10) sekira pukul 09.00 WIB. 

Minyak mentah itu diduga disedot dari pipa Pertamina lalu dialirkan ke sebuah tempat menyerupai septic tank persis di belakang rumah warga.Pihak Pertamina bekerjasama dengan Polsek Rantau menggali sumur mini yang terbuat dari cicin cor semen untuk memastikan isinya. 

Dari lokasi itu, berhasil ditemukan barang bukti berupa selang dan beberapa jerigen.Pantauan wartawan, pihak berwajib sudah memasang garis polisi di areal temuan yang berada di dalam pagar salah satu rumah warga. 

Namun, sejumlah petugas PT Pertamina yang ada di lokasi saat ditanya menolak memberi keterangan dengan alasan mereka baru datang, jadi belum tahu persis persoalannya.

Namun demikian, mereka membenarkan isi dari cicin sumur tersebut bekas penyimpanan minyak.Humas PT Pertamina EP Fiel Rantau Jupri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait temuan tersebut.

"Memang kami ada berkoordinasi dengan pihak Polsek yang lalu datang ke lokasi untuk menyaksikan pembongkaran sumur yang diduga berisi minyak. 

Tapi kami belum tahu ada indikasi pencurian atau tidak. Tapi menurut laporan petugas kami, dari lokasi itu ditemukan barang bukti selang sepanjang sekitar 200 meter dan beberapa jerigen, yang saat ini sudah kami serahkan ke Polsek setempat," katanya.

Jupri menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan akurat dari petugas di lapangan, jadi jika wartawan ingin mengonfirmasi lebih jelas disarankan keesokan harinya (hari ini) kepada komandan security yang dianggap mengetahui persis kejadian.

Kapolsek Rantau Iptu M Sagala saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan penemuan tersebut. 

Dijelaskannya, ada tiga sumur yang terbuat dari cincin semen menyerupai septic tank diduga pernah untuk menyimpan minyak. 

Barang bukti berupa selang dan jerigen sudah diamankan. Namun hingga kini pihaknya belum bisa memintai keterangan pemilik rumah.

"Satu sumur berjumlah tujuh cincin, dua sumur lagi masing-masing lima cincin," rinci Sagala.Disinggung mengenai keterlibatan oknum anggota polisi, dia menyampaikan, temuan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Aceh Tamiang.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim secara lisan, mungkin penyidikan lebih lanjut akan dilakukan di Polres," ungkapnya.

Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Juprisan Pratama Ramadhan Nasution SiK didampingi Kasat Reskrim AKP Benny Chayadi yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, laporan dari Polsek Rantau secara lisan sudah disampaikan, namun secara administrasi belum diterima.

Ia menegaskan, jika ada indikasi keterlibatan anggotanya, akan ditindak dan diproses sesui hukum."Setelah proses penyidikan dan pangembangan nanti terbukti ada terlibat oknum anggota Polres, maka resiko tanggung masing-masing, baik pidana maupun sanksi lain," tegasnya. (dede/stc)

Foto : Ilustrasi/nasional.kontan.co.id

DBH Migas untuk Aceh Tamiang Defisit Rp 10 M

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang pada tahun berjalan 2014 diperkirakan akan menunda pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan mengingat terjadinya defisit anggaran sebanyak Rp 10 miliar lebih dari yang direncanakan diterima pemerintah daerah melalui bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH migas).

Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang Ir Nova Fahlevi, Rabu (22/10) membenarkan kemungkinan penundaan proyek itu, namun informasinya masih bersifat sementara.

"Memang beberapa hari lalu pernah dilakukan rapat untuk membahas persoalan tersebut," katanya.

Namun, sambungnya, soal penundaan pelaksanaan proyek belum pasti, sebab berkenaan dengan hal itu masih terus dibahas dan penentuannya ada pada dinas terkait untuk melaporkan program atau kegiatan yang diutamakan atau lebih mendesak, baik itu soal waktu maupun kebutuhan anggaran.

Kepala Bidang Anggaran Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Aceh Tamiang Dipa Syahbuana SE menjelaskan, saat ini penerimaan kas daerah bersumber perimbangan DBH migas dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan sebanyak Rp 23,509 miliar lebih yang sudah dikucurkan dalam tiga tahap. 

Padahal jumlah seharusnya Rp 33,585 miliar lebih se-hingga ada kekurangan sebanyak Rp 10,075 miliar lebih.Soal sisa dana tersebut, dikatakannya, belum dapat dipastikan kapan diterima. 

Saat ini pemerintah daerah baru tahap berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan terkait transfer dana tersebut.

"Besaran anggaran Rp 33 miliar lebih tersebut sesuai yang terdapat dalam aplikasi Simtrada (Sistem Informasi Manajemen Transfer Daerah.

Kekurangannya memang Rp 10 miliar lebih, tapi soal pengurangan itu belum ada peraturan Menteri Keuangan, dalam aplikasi Simstada masih tetap anggarannya Rp 33 miliar lebih," jelas Dipa.

Dia membenarkan, begitu mendapat informasi soal penyaluran dana yang berkurang , hal itu langsung disampaikan kepada kepala daerah yang kemudian melaksanakan rapat dengan SKPK terkait.

Menurut informasi dari SKPK, sambung Dipa, memang ada proyek yang tidak dapat dilaksanakan dengan penilaian tertentu dan pelaksanaannya dapat ditunda karena tidak cukup waktu.

"Menyangkut mana saja yang ditunda, sejauh ini belum ada datanya. Tapi kita masih berharap tidak ada pengurangan dana," imbuhnya.

Sementara Kepala DPPKA Aceh Tamiang Abdullah SE mengatakan, informasi yang diterima dari Kementerian Keuangan, kemungkinan adanya pengurangan transfer dana bagi hasil itu disebabkan pencapaian target migas dan pengaruh fluktuasi harga migas dunia.Tapi, senada dengan dua pejabat di atas, Abdullah juga mengatakan informasi ini belum final. 

Hanya saja dia berharap SKPK seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dapat melokalisir proyek yang lebih penting.

"Diharapkan jangan memaksakan kegiatan yang tidak mendesak atau yang memiliki keterbatasan waktu dalam pelaksanaannya untuk menghindari utang pemerintah daerah," kata Abdullah. (indra/stc)

Foto : Ilustrasi/tribunnews

kunjungan wakil ketua DPRK kelokasi kebakaran

Written By Ucok Keling on Rabu, 22 Oktober 2014 | 18.20

suara-tamiang.com, Karang Baru | Kepedulian Wakil Ketua sementara DPRK Aceh Tamiang, Juanda, S.IP kepada masyarakat yang mendapat musibah harus dijadikan tauladan dan ditiru bagi para anggota Dewan lainnya. 

Prilaku yang dilakukan Juanda dengan memberikan sebahagian rizkinya kepada rakyat yang tengah dilandah musibah ini tetap akan dikenang  selalu oleh masyarakat. Rumah milik Rasimin (43), warga Dusun Pipa Desa Alur Selalas Kecamatan Karang Baru sekira pukul 16.30 WIB pada  Senin (21/10) kemarin ludes rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah. 

Seluruh harta bendanya yang ada didalam rumah tak ada yang dapat tertolong, hanya 2 unit sepeda motornya saja yang selamat dari jilatan lidah api, itupun dikarenakan sepeda motor tersebut berada diluar rumah saat  api mengamuk. 

Rabu (23/10) Juanda baru menerima informasi tentang kebakaran rumah yang meluluhlantakkan rumah beserta isinya sekaligus kios kelontong milik Rasimin. 

Tanpa menunggu ba bi bu, dan tidak membuang buang waktu lagi, Juanda yang sedang berada dikantornya segera bergegas menuju Desa Alur Selalas untuk melihat keadaan keluarga Rasimin. 

Sesampai dilokasi puing puing bangunan rumah semi permanen milik Rasimin, kedatangan Wakil Ketua Sementara DPRK sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Aceh Tamiang, Juanda, S.IP disambut oleh keluarga korban serta Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Alur Selalas, Tumiran. 

Dalam disaksikan Datok Alur Selalas, Tumiran, Wakil Pimpinan sementara DPRK Aceh Tamiang, Juanda, S.IP menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga Rasimin.  

Bantuan tersebut diterima oleh abang dari Rasimin yakni Sugiman (54). Juanda mengatakan, bantuan sembako dimaksud merupakan tindakan kepeduliannya kepada sesama muslim yang sedang dirundung kesedihan akibat terkena musibah.  

Kepada beritalima, Datok Tumiran menyebutkan, yang dilakukan Juanda, S.IP merupakan tindakan positif dari seorang pimpinan Dewan sekaligus wakil rakyat. 

“Atas nama warga, saya selaku Datok Penghulu Alur Selalas mengucapka terimakasih kepada Pak Juanda yang begitu peka terhadap rakyat yang terkena musibah”, ungkap Tumiran. 

Sementara itu, Tumiran menyampaikan ungkapan permohonannya kepada Pemkab Aceh Tamiang agar memberikan fasilitas mobil pemadam kebakaran (Damkar) disetiap Kecamatan. Hal tersebut guna untuk  mengatasi dan mencegah meluasnya kebakaran yang ada di Desa Desa. 

Menyahuti ungkapan sang Datok Alur Selalas, Juanda berjanji akan mendorong Pemkab Aceh Tamiang untuk membuat usulan pengadaan Damkar pada pembahasan APBK tahun 2015. 

“Ini memang perlu dilakukan, kitas minta agar Pemkab segera mengajukan usulan pengadaan Damkar pada APBK 2015. 

Damker ini nantinya distan bay kan dikantor masing masing kecamatan.  Gunanya untuk mempercepat proses pertolongan kebakaran di Desa Desa. (soeparmin/stc)

Foto : Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Sambangi Korban Kebakaran(soeparmin/stc)

Kelompok Tani Paya Tualang Paya Meta Laksanakan Kenduri Turun Ke Sawah

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang | Masyarakat petani yang tergabung di Kelompok Tani Paya Tualang Kampung Tualang Paya Meta Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang,Rabu (22/10) melaksanakan kenduri turun ke sawah. Kenduri adat itu dilaksanakan setahun dua kali sesuai dengan jadwal turun ke sawah.

Ketua Kelompok Tani Paya Tualang Kampung Paya Meta, Rinaldi Afrizal  kepada STC, Rabu (22/10) mengatakan, di desanya kenduri turun ke sawah dilaksanakan setahun dua kali, disesuaikan dengan musim turun kesawah yang tiap tahunnya dilakukan dua kali musim panen padi.

Kenduri tersebut kata Rinaldi  memiliki nilai religius selain mengikat silaturrahmi sesama warga petani. Dan kenduri itu juga mengharap ridha Allah Swt untuk melimpahkan rezeki kepada masyarakat di Paya Meta.

Katanya, dalam kenduri itu juga para petani juga membicarakan jadwal turun ke sawah, serta beberapa hal lain menyangkut persiapan turun ke sawah.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua KTNA Aceh Tamiang M. Hendra Vramenia, Kordinator BPP Karang Baru, Para Penyuluh, Datok Penghulu Kampung Paya Meta, Iman Desa, perwakilan LSM HAkA Aceh dan seluruh anggota kelompok tani Paya Tualang. (M. Hendra Vramenia | STC)


Foto : Suasana Kenduri( (M. Hendra Vramenia | STC)

Kadis PU Atam Enggan Melayani Konfirmasi Wartawan

suara-tamiang.com, Karang Baru | Dijaman era globalisasi dan keterbukaan informasi ini ternyata masih ada saja pejabat yang tidak mengerti dengan tugas dan fungsi seorang jurnalis, entah karena pejabat tersebut memiliki SDM rendah atau mungkin dikarenakan alergi dengan para pemburu berita.

Hal ini terjadi ketika Realitas mengkonfirmasi Kadis PU Aceh Tamiang, Rulina Rita ST, MT dan Kabid Bina Marga, Baihaqi Ahyat, ST. Terkait informasi, Dampak negatif yang ditimbulkan bagi masyarakat dari  proses  sebuah pekerjaan proyek pengaspalan, namun pejabat tersebut tidak menanggapinya. 

Insan pers itu, sudah menjalani tugas dan fungsinya  sebagai mana yang diamanatkan UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999, dengan berusaha menemui sumber resmi untuk melakukan wawancara demi menyajikan pemberitaan yang berimbang. 

Namun disebabkan kesibukannya, Rulina Rita dan Baihaqi  tidak berhasil untuk ditemui. Selanjutnya dilakukan konfirmasi kembali via seluler, agar pemberitaan nantinya dapat menjadi konsumtif sesuai kode etik jurnalis. Ironisnya, kedua pejabat ini enggan untuk memberikan komentar dengan tidak menggubrisnya.

Sikap yang ditunjukkan oleh orang nomor satu dilingkungan Dinas PU setempat, jelas tidak bersahabat dan bertentangan dengan UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 serta harapan Wakil Bupati Aceh Tamiang Iskandar Zulkarnain, yang menuntut penyajian berita  berimbang dari para rekan Pers, hal itu disampaikannya pada saat Coffe Morning dengan semua wartawan Jum’at (17/10) di Aula Setdakab Aceh Tamiang.

Selaku Pejabat Publik Kadis PU tidak seharusnya bersikap seperti itu, tapi bekerja sama dengan media dalam memberikan informasi untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat tamiang tentang pencapaian target dan efek dari pembangunan yang sudah dilaksanakannya, bukan sebaliknya menutupi. Sehingga menimbulkan asumsi negatif atas kinerja yang buruk selama masa jabatannya.

Menanggapi hal ini, Ketua PWI Aceh Tamiang, M. Nurdin Hamid sangat menyayangkan atas sikap dari pejabat terkait, yang tidak bersahabat dan terkesan alergi dengan wartawan karena sejatinya Pers mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyalur informasi, sesuai Undang Undang Nomor 14 tahun 2008  Tentang keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan oknum Kadis Pekerjaan Umum dan Kabid Bina Marga tersebut merupakan sikap sudah anti klimaks dan sudah mencederai UU Pers. “Melayani insan pers yang sedang melakukan peliputan sudah menjadi kewajiban bagi sumber berita untuk memberikan informasi sebagai hak jawab dari pembenaran sebuah informasi”. Ujarnya.

Dikatakan M. Nurdin Hamid, sebab Pers mempunyai hak dalam mencari sumber berita sebagai mana di atur dalam Undang-Undang (UU) tentang Pers. Untuk itu, demi terciptanya hubungan kerjasama yang baik antara media dan Pemerintah Daerah dalam penyampaian informasi kepada publik, perangkat pemerintah diharapkan dapat menghargai kinerja insan pers dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Ketua PWI Aceh Tamiang minta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang agar mengintruksikan kepada seluruh jajarannya supaya dapat menjalin kerjasama yang baik dalam memberikan informasi kepada insan Pers yang bertugas di Bumi Muda Sedia demi kemajuan Daerah. (Zunaidi Afrialdi)

Foto : Ilustrasi/ciptakaria

DPRK Aceh Tamiang Tetapkan Nama Calon Pimpinan

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang |  Anggota DPRK Aceh Tamiang masa jabatan 2014-2019, Senin (20/10) menggelar rapat Paripurna penetapan nana-nama calon Pimpinan Legislatif.

Rapat paripurna dimaksud mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD mengenai tata tertib (tatib) DPRD pasal 39 ayat (1) Parpol yang berhak mengisi kursi Pimpinan DPRD.

Sesuai Surat Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Tamiang hal rekomendasi Ketua DPRK, Surat Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Acaeh Tamiang hal pengajuan nama calon Pimpinan DPRK dan surat keputusan tentang pengesahan Juanda, S.IP sebagai calon pimpinan DPRK serta Surat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (PD) Kabupaten Aceh Tamiang tentang rekomendasi Pimpinan DPRK.

Dari hal tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) Hidayat Tanjung,SH.MH membacakan nama-nama calon pimpinan definitif DPRK Aceh Tamiang periode 201-2019 yakni Ir Rusman (PA) sebagai ketua DPRK, Juanda, S.IP sebagai Wkil DPRK dan Nora Idah Nita, SE sebagai Wakil Ketua DPRK.

Ketetapan nama-nama calon Pimpinan DPRK Aceh Tamiang Periode 2014-2019 tersebut akan disampaikan kepada Bupati aceh Tamiang, H.Hamdan Sati, ST untuk diproses sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan yang berlaku untuk diserahkan kepada Gubernur Aceh untuk diresmikan pengangkatannya. (soeparmin/stc)

Foto : Ketua DPRK(soeparmin/stc)

Turnamen Terbuka PC PBVSI Kab. Atam, Seumadam United Keluar Sebagai Juara

Written By Suara Tamiang on Selasa, 21 Oktober 2014 | 13.16

suara-tamiang.com - Karang Baru | Tim bola volly putri Seumadam United keluar sebagai juara pertama, pada Open Tournament Volly yang selenggarakan Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (19/10) dilapangan RVC Desa Kesehatan Kecamatan Karang Baru. Setelah berhasil menumbangkan Bapor Rantau dengan Skor 3-1.

Pantauan STC di lapangan, permainan menarik ditampilkan oleh masing-masing tim dalam pertandingan tersebut, kedua tim yang diperkuat sejumlah pemain luar daerah menunjukkan skill yang luar biasa, sehingga laga yang seru menjadi perhatian ratusan pasang mata yang memadati lokasi pertandingan. Pada set pertama Bapor Rantau memimpin dengan angka 25-20.

Di set kedua stamina para pemain Bapor Rantau mulai kendur, kesempatan ini tidak disia-siakan  anak-anak Seumadam United untuk membalas kekalahan pada babak pertama, hasilnya skor imbang 1-1 dengan angka 25-11 dimenangkan Seumadam United, pertandingan yang dipimpin wasit Khaidir itu menjadi semakin seru.

Dengan memenangkan set kedua, membuat semangat tim binaan Ir Rusli yang menjabatManajer PT. Seumadam ini bertambah tinggi untuk meraih angka pada babak selanjutnya. Berkat kekompakan serta kerja keras para pemain Seumadam United, akhirnya Tim Bapor Rantau dipaksa menyerah, pada laga  ketiga dan keempat  dengan angka 25-16, 25-16.

Atas keberhasilan tersebut Tim Volly Seumadam United berhak menerima tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta sebagai peringkat pertama, disusul Tim Bapor Rantau diposisi kedua dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 4 Juta. Sementara Tim Volly putri Tabina Langsa serta tim Bonas Tanah Terban harus puas menempati rangking tiga dan empat.

Pada kesempatan itu, Ketua PBVSI Aceh Tamiang, Ir. Rusli menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh panitia yang telah ikut serta dalam menyukseskan kegiatan tersebut, sekaligus menutup Open Tournament Volly  dengan memberikan Tropy dan uang pembinaan kepada Tim Juara Kedua, hadiah juara pertama diserahkan Kadisbudparpora atam yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Irpan. (Rico/Zunaidi)

Foto : Ilustrasi
.
.
 
Support : Jasa Design Blogger Template | Free Template
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved