Headlines News :

BERITA TERKINI

Muhammadiyah: Rasulullah Larang Umat Islam Pakai Atribut Agama Lain

Written By Suara Tamiang on Sabtu, 20 Desember 2014 | 20.55

suara-tamiang.com, JAKARTA -- Menjelang Hari Raya umat Nasrani banyak pegawai toko dan perusahaan yang menggunakan atribut natal. Ketua PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas mengatakan Nabi Muhammad SAW melarang seorang muslim memakai atribut agama lain.
Hadist riwayat Tirmidzi, bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami, janganlah kalian menyerupai Yahudi dan nasrani. Jelang natal ini banyak toko yang berhiaskan atribut natal seperti pohon natal, pakaian sinterklas, dan hadiah-hadiah natal.
"Pemakaian topi sinterklas, jenggot dan bajunya bukan atribut umum, ini merupakan ciri khas agama lain, sehingga tidak boleh umat muslim memakainya," ujarnya ketika dihubungi Republika Jumat (19/12).
Yunahar menghimbau bagi pemilik toko dan pemilik perusahaan menghormati aturan Islam. Dia mengatakan jangan memaksa anak buahnya untuk menggunakan atribut natal hanya demi keuntungan perusahaan.
Toleransi antarumat beragama bukan berarti menggunakan atribut agama lain. Melainkan tidak memaksakan umat lain untuk mengikuti ajaran mereka dan atribut ibadah serta perayaan mereka. (Republika.co.id)

Aceh Tamiang Dikepung Banjir, 15 Desa Terendam Air

suara-tamiang.com, KARANG BARU -- Sedikitnya 15  desa dari 8 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang (Atam) dikepung banjir. Akibat curah hujan melewati ambang batas normal selama sepekan terakhir ini.

Dari 8 kecamatan, Banjir di Tamiang terjadi di Kecamatan Bandar Pusaka, Rantau, Seruway, Banda Mulia, Manyak Payed, Karang Baru Taming Hulu dan Tenggulon. Sedikitnya 15 desa dikepung air bah (banjir kiriman), mereka rata-rata saat ini bertahan di camp pengungsian.

"Kami disini mulai beratahan di tenda-tenda darurat, seperti yang anda liat, apa adanya. Saya kira tidak layak, tapi kami harus bagaimana, mau kemana manapun kami tak bisa," kata Jumiran warga desa rongoh penuh harap.


Pemkab Harus Tanggap

Refortase STC, bersama Juanda, SP salah satu Pimpinan  DPRK Atam, dari partai PAN. Menemukan  sejumlah anak-anak mulai diserang penyakit perut kembung, demam, gatal-gatal. Dikawatirkan, jika tidak ditangan secara signifikan, akan menjadi wabah.

Juanda menegaskan, pihak eksekutif seharus cepat tanggap dengan kondisi prost major seperti dihadapi masyarakat saat ini. BPBD dan dinas Sosial harus segera bertindak, untuk urusan kemanusiaan.

Itu, baru Jumiran. Masih banyak Jumiran-Jumiran lain, butuh pertolongan dalam wilayah kabupaten Atam, terhadap mereka yang terkena musibah banjir.

Dia menambahkan, apalagi, Atam merupakan salah satu Kabupaten siaga bencana (tanggap darurat nasional), mengingat eskalasi banjir diwilayah ini tertinggi di Aceh.

Menurut Juanda, Anggaran Pembangunan dan Belanja Kabupaten (APBK) Atam, tidak disalurkan ke fisik-fisik saja, melainkan harus menyentuh ke akar rumput (Rakyat Kecil), sebab sendi-sendi ekonomi suatu pemerintah berangkat dari bawah keatas, bukan dari atas kebawah.

Saluran irigasi sangat bermanfaat bagi kehidupan rakyat kecil, disamping untuk kebutuhan pertanian, juga mampu mengurangi efek banjir, sebagai penampung air bah. Memang terlihat sepele, akan tetapi itu semua sangat signifikan.

"Saya tidak katakan 15 desa terendam, itu hasil refortase media yang meliput langsung. Tapi saya lihat dengan mata saya, banyak masyarakat, bertahan, saat ini. Di tenda-tenda darurat. Saya berharap pemerintah cepat merespon dan menanggapi keluhan derita masyarakat hari ini," tegas Juanda.


SaR Siaga Satu

Sementara Search and Rescue (SaR) Atam sudah bergelut sejak Jumat lalu, mereka membawa peralatan pertolongan bagi kepentingan masyarakat. Agaknya tim SaR sudah siap tempur saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

"Kita sudah siaga satu, melihat dan memantau kemungkinan-kemungkinan bakal terjadi dari efek ujan berkepanjangan ini, saya sudah perintahkan seluruh staf SaR siaga satu dalam menghadapi banjir ini," tegas Saiful Sahputra, ketua Tim SaR Atam.


Bencana Itu Kita Undang

Sementara Anggota DPRA, dari Partai Nasdem,  Zulfikar ZB  Lidan menegaskan, kalau bencana banjir Atam adalah bencana yang diundang oleh manusia,  bukan datang dari Tuhan.

Dia merincikan, berapa banyak balakan liar terjadi di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh-aceh lainnya. Adalah bagian penyebab bencana di Aceh, khususnya Aceh Tamiang.

"Berapa juta batang, tegakan hutan di balak, dialih fungsikan (konversi) menjadi perkebunan kelapa sawit, juntrungnya membuka bentangan hutan. Notabenenya untuk resapan air, hari ini, gundul. Bencana tanah longsong terjadi, seperti terjadi hari ini disebagian wilayah Aceh, terutama Aceh Tamiang, bukankah kita yang mengundang banjir itu datang?," tegas Cicik, sapaan akrab zulfikar.  

Dia menambahkan, keseimbangan lingkungan harus terjaga dengan baik, sebab jika mata rantai ini terputus, akan berdampak kepada bencana. Karena bagian dari siklusnya sudah berkurang.

Cicik mengajak, agar peran aktif masyarakat untuk menjaga hutan, tak terkecuali mereka para pembalak. Hentikan kegiatan menebang hutan. Masih banyak kegiatan yang mendatang ekonomi.

"Hari ini masyarakat Tamiang berkabung, menanggung derita bencana dari kerakusan tangan-tangan manusia, merusak tatanan hutan dan lingkungan. Haruskah kita menanggung beban ini?," kata Cicik. (Syawaluddin/stc)


Teks foto : Pimpinan DPRK Aceh Tamiang, Juanda SP. Saat meninjau desa yang terkena banjir (foto. : syawaluddin/stc)

Sejumlah Desa di Aceh Tamiang Masih Dikepung Banjir

suara-tamiang.com, ACEH TAMIANG -- Hujan Lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Kamis (18/12) malam mengakibatkan terputusnya hubungan transportasi darat disejumlah kawasan. Terutama sekali di Kecamatan Tenggulun.

Desa Tenggulun Kecamatan Tenggulun merupakan sasaran paling awal terendam air apabila musim penghujan tiba. Beberapa titik poros jalan paling rawan banjir adalah kawasan Jaman Karo Dusun Adil Makmur I sekitar 700 meter, kedalaman banjir didaerah itu rata rata bisa mencapai ketinggian 2 meter, kawasan proyek, ujung proyek (selamat datang), jalan Dusun Suka Damai-Sumberjo, Jembatan Alur Merah, Blok Dua  Simpang dan Titi Merbau,.

Selain itu di Jalur jalan Tenggulun-Simpang Seumadam yang rawan terendam banjir yakni sekitar simpang Tiga Tenggulun-Kampung Selamat, Jembatan Kuso, Jembatan Simpang Kiri, Simpang Rimba Sawang dan Simpang Mopoli.

Informasi berhasil dihimpun, Jumat (19/12) seluruh titik rawan banjir tersebut sudah tergenangi air. Liana (19) warga Dusun Adil Makmur I, Desa Tenggulun di Karang Baru kepada beritalima menyebutkan, untuk menuju ke Kota Kualasimpang, dirinya bersama temannya harus melalui jalan alternative lain, yaitu melalui daerah perkebunan PT Sisirau yang menembus di Kecamatan Besitang, Langkat Sumatera Utara.

“Untuk bisa sampai disini, kami lewat jalan Kebun PT Sisirau. Karena semua daerah yang rawan banjir sudah tergenangi oleh air”, ungkap Liana yang di amini temannya, Dayani.

Bus Damri rute Kota Kualasimpang – Tenggulun, Jumat (19/12) sore terpaksa menurunkan penumpangnya dijalanan karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya akibat  air banjir sudah menggenangi badan jalan disejumlah titik.

Sementara itu, debit air sungai Tamiang hingga Jumat sore semakin meningkat. Air sungai juga sudah mulai meluap kepermukiman warga Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru. Padahal, sejak Rabu malam kemarin, sejumlah warga Dusun Citra III Desa Suka Jadi sudah mengungsi akibat rumahnya tergenang air. (Suparmin/STC).

Teks Foto : Satgas SAR Aceh Tamiang saat melakukan evakuasi korban Banjir (M. Husni/Ist)

Anggota PSSI Ini Akui Ada Mafia Bola di Indonesia

suara-tamiang.com, JAKARTA -- Djamal Azid, anggota Komite Eksekutif PSSI, menilai tak ada mafia di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat berdiskusi "Sepak Bola Adalah Kita" di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12), Djamal mengatakan mafia hanya terdapat dalam pertandingan sepak bola.

"PSSI tidak ada mafia. Yang ada mafia di bola," katanya di Warung Daun, Jakarta Pusat. 

Lebih lanjut, ia mengatakan dari 10 pertandingan yang ada di Indonesia, tujuh diantaranya pun telah terindikasi match fixing atau pengaturan skor.

"Dari 10 pertandingan tujuh terindikasi match fixing. Ini sekarang kita lakukan penyelidikan. Yang langsung ketahuan, kita sikat," jelasnya.

Ia pun menegaskan, dalam olahraga yang dibutuhkan adalah sportivitas dalam sebuah pertandingan. Sebelumnya, sepak bola di Indonesia mulai tercoreng setelah adanya insiden sepak bola gajah saat pertandingan PSS Sleman melawan PSIS Semarang.

Kedua tim disebut melakukan gol bunuh diri dalam pertandingan itu. Dalam diskusi ini juga dihadiri oleh pengamat Sepak Bola, Tommy Welly, mantan pemain tim nasional Indonesia, Rully Nerre, serta Djamal Aziz anggota  Komite Eksekutif PSSI. (republika.co.id)

Ratusan Rumah Warga di Aceh Tamiang Terendam Air

suara-tamiang.com, KUALASIMPANG -- Pantauan STC, sejumlah warga Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru juga sudah meninggalkan rumahnya, sementara ini mereka masih mengungsi dirumah sanak keluarga dan tetangga terdekat yang letak rumahnya tidak tekena banjir.

Di Dusun Citra III Desa Suka Jadi, puluhan rumah warga sudah terendam air dengan ketinggian mencapai  50 cm hingga 2 meter. Diharapka Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera tanggap dalam penanganan terhadap warga, baik penanggulangan maupun pemberian bahan makan (sembako) kepada korban banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Jalaluddin dikonfirmasi mengatakan pihak BPBD sudah menurunkan bantuan tenda pengungsi kesejumlah Desa di Kecamatan Kejuruan Muda dan Kecamatan Tamiang Hulu.

“BPBD berperan mengevakuasi korban dan memberikan bantuan tenda pengungsi, seperti di Desa Suka Jadi kalau diperlukan oleh warga, berupa tenda akan kita berikan, yang penting berapa jumlah pengungsinya, setelah terdata dengan jelas, kita segera turun”, ungkap Jalal.

Kepala Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru, Amirul Mukmin serta Kepala Dusun Citra III dan puluhan warganya hingga sore ini masih menanti bantuan tenda buat tempat tinggal sementara bagi warganya. Warga disana juga tetap berjaga jaga terhadap kemungkinan bajir kiriman yang lebih besar lagi.

Kepada beritalima, Hermanto warga Dusun Adil Makmur I Desa Tenggulun Kecamatan Tenggulun mengabarkan, kalau di Desanya hingga Sabtu (20/12) sore cuaca masih tetap hujan. Dikhawatirkan akan kemungkinan datangnya banjir tambahan dari daerah hulu sungai Tenggulun, (sungai kiri) dan sungai kanan. (Suparmin/STC)

Teks Foto Kondisi sungai Tamiang hingga Sabtu (20/12) tengah hari, debit air kian bertambah, sehingga daerah permukiman sekitar Pelabuhan Boat dan Lapangan bola kaki pinggir sungai Kota Kualasimpang tenggelam dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Boat Penyeberangan Desa Sekumur Terbalik, 5 Unit Sepeda Motor Raib

suara-tamiang.com, SEKRAK -- sebanyak 5 unit sepeda motor raib terbawa derasnya arus sungai Tamiang, tatkala sebuah perahu boat penyeberangan yang ditumpangi belasan orang dan 5 unit sepeda motor mengalami  terbalik dan karam pada Rabu (17/12).

“Tidak ada korban jiwa pada insiden itu. Karena sebanyak 14 orang warga Desa Sekumur Kecamatan Sekerak yang menumpangi boat tersebut selamat . Namun 5 unit sepeda motor milik mereka karam dan hanyut”, ungkap Ismail, SPd saat dihubungi STC via seluler. Sumber lain menyebutkan, Ke 14 warga dimaksud sempat dilarikan ke RSU Tamiang untuk menjalani perawatan.

Menurut Ismail,  diantara korban selamat yang bernama Rohani merupakan seorang  tenaga operator pada sekolah Dasar (SD) Negeri Sekumur Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. “Rohani itu kan seorang operator computer diruang TU pada SD Negeri Sekumur, meskipun dia selamat namun sepeda motor berikut Laptopnya hanyut”, ungkap Ismail yang merupakan Kepala Sekolah di SD tersebut.

Ismail menyebutkan, biasanya masyarakat didaerah itu jika ingin berpergian selalu menggunakan jasa getek sebagai alat angkut penyeberangan. Tetapi disebabkan getek tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan, maka perahu boat menjadi salahsatu alternative sarana penyeberangan.

Sejumlah saksi mata pada kejadian itu dikonfirmasi menyebutkan, boat yang mengangkut warga menyeberangi sungai Tamiang, sekira pukul 16.30 mengalami naas karena tersangkut tali getek, sehingga hilang kendali. Sedangkan kondisi sungai saat itu sedang banjir banjir besar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Bahri, SPd membenarkan kalau staf TU SDN Sekumur, Rohani turut serta dalam boat penyeberangan itu. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Pada Dinas Pendidikan, Muhklis, SPd juga mengatakan hal yang sama ketika dikonfirmasi beritalima.

“Memang benar, kalau staf TU SDN Sekumur juga menjadi korban, sehingga Laptopnya hanyut” , ujar Muhklis, SPd diruang kerjanya.

Dijelaskannya, dirinya mengetahui adanya kejadian itu setelah mendapatkan laporan secara lisan via seluler dari Kepala SDN Sekumur, Ismail, SPd pasca kejadian tersebut. (suparmin/STC) 

Foto : ilustrasi (wartabromo.com)

Pemkab Atam Tidak Objektif Menempatkan Kepala SKPK

suara-tamiang.com, KARANG BARU -- Penempatan Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dinilai sarat kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Indkatornya banyak kepala dinas ditempatkan tidak sesuai dengan displin ilmunya.

Hal itu di tegaskan, ketua BW PWI Kabupaten Aceh Tamiang, Syawaluddin, SMHk. Minggu (21/12), kepada wartawan. Diingatkan, Kebijakan Pemkab Atam harus benar-benar The Right Man in the Right Place (menempatkan sesuatu pada tempatnya).

"Saya kira, boleh-boleh saja meresapel kabinet, selama itu tidak mengganggu tatanan pemerintahan dan kinerja secara teknis yang sistemik, sebab dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Itu baru satu sisi," katanya.

Disisi lain, jika kepala SKPK ditempatkan tidak sesuai dengan displin ilmunya, tentu hal itu akan mempersulit sistem, baik admanistrasi maupun teknis yang pada akhirnya lebih banyak belajarnya, daripada kerja.

"Pemerintah kan, bukan sekolah, datang belajar dan pulang. Tapi pemerintah suatu sistem, bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar masyarakat menuju taraf hidup sejahtera dan mapan, itu tujuan pemerintah dalam artian sebenarnya."

Menurut Syawal, Pemkab Atam hanya mampu memberikan pelayanan pada aspek fisik saja, sementara untuk nilai-nilai kemanusiaannya, terkesan jauh panggang dari api. Berhasil secara fisik, tapi mundur dari sisi kemanusiaan dan asfek ekonomi yang menyentuh ke sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Syawal mengingatkan, berbuatlah sesuai kepentingan umum dengan aspek teknis, agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan benar. Tamiang merupakan kabupaten yang punya potensi, dengan basis perkebunan, minyak dan gas, pertanian, perikanan. Tapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini joblok. Salah siapa?. (anto/stc)


Foto : Ketua Balai Wartawan PWI Kabupaten Aceh Tamiang, Syawaluddin .

Banjir Landa Tamiang, Anak-anak Pengungsi Terserang Diare

suara-tamiang.com, ACEH TAMIANG -- Kabupaten Aceh Tamiang juga dilanda banjir, Jumat pagi 19 Desember 2014. Banjir di Tamiang terjadi di Kecamatan Manyak Payed, Karang Baru Taming Hulu dan Tenggulon. Sejumlah masyarakat dilaporkan sudah mulai mengungsi semenjak Jumat pagi. Anggota DPRK Aceh Tamiang, Mustakim, melaporkan di Desa Lhok Medang Ara, warga yang mengungsi 57 kepala keluarga, Seuneubok Baroe sebanyak 30 kepala keluarga, Matang Cincin 75 kepala keluarga dan Beteng Anyer 25 kepala keluarga. 

“Masyarakat yang mengungsi di enam titik di Kecamatan Manyak Payed sangat memprihatinkan. Anak-anak dan orang tua sudah mulai terserang diare dan gatal-gatal,” ujar politisi Partai Aceh ini. Sementara di Kecamatan Karang Baru, Desa Paya Bujok, kata Mustakim, ada 50 kepala keluarga yang mengungsi. 

“Di Tenggulon, Desa Ronggoh dan beberapa desa lain nya yang belum sempat terdata. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak Pemda Aceh Tamiang,” ujarnya. Mustakim berharap Dinas Sosial maupun BPBD Aceh segera turun ke lokasi.“Supaya dapat memberikan pertolongan terhadap warga Aceh Tamiang yang dilanda musibah,”ujarnya. 

Sementara itu, Aji Agam, Sektaris DPW Partai Aceh Wilayah Tamiang menambahkan hujan yang berkepanjangan mulai Kamis sore sampai Jumat sore mengakibatkan air sungai Tamiang sudah mulai meluap ke beberapa kampung.“Di pinggiran sungai Tamiang, dan ada beberapa desa lain yang belum terdata,” ujarnya. (murdani abdullah/atjehpost)
.
.
 
Support : Komunitas Tamiang Cyber (KOMTER) | Akta Notaris No. 08 Tanggal 23 November 2013 Sekretariat : Jl. Ir. H. Juanda No. 180 Dsn. Rukun Kec. Karang Baru - Aceh Tamiang
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved