Headlines News :

BERITA TERKINI

Bupati Aceh Tamiang Kunjungi Warga Kampung

Written By Ucok Keling on Kamis, 28 Agustus 2014 | 14.52

suara-tamiang.com - Bupati Aceh Tamiang H Hamdan Sati melakukan kunjungan kerja sehari ke sejumlah kampung di Kecamatan Karang Baru, Senin (25/8). 

Dalam kunjungan tersebut Bupati turut didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs Ikhwanuddin serta Camat Karang Baru Drs Sepriyanto.

Dalam kunjungan tersebut bupati berkesempatan memberikan bantuan sembako kepada para veteran sejumlah 60 orang. 

Pemberian sembako secara simbolis kepada salah seorang veteran, Sumidi (105) dilakukan di aula kantor camat.

Pada kesempatan itu pula sejumlah veteran memberikan saran dan masukan terkait usulan pembangunan rumah bagi pejuang kemerdekaan tersebut. 

Para veteran juga meminta bupati menjalankan roda pemerintahan sesuai aturan.Di tempat terpisah, Kampung Selele, masyarakat dan Datok Penghulu Kasdi menyampaikan permasalahan banjir yang kerap melanda permukiman masyarakat. 

Di mana Kampung Selele berdampingan dengan perkebunan PT Socfindo, hingga saat ini belum terjalin koordinasi terhadap penanggulangan banjir yang selalu terjadi di Dusun 34 desa tersebut.

Menurut Kasdi, terkait hal , melalui kegiatan PNPM masyarakat telah membangun talut dan bronjong sepanjang 63 meter untuk menanggulangi sementara.

Sementara di Kampung Paya Tampah, masyarakat melakukan pembangunan jalan dan pengerasan sepanjang 2 km dengan cara gotong-royong. 

Datok Penghulu Azaruddin menyampaikan, sepanjang 3,5 km jalan akan diterobos, jika hanya diselesaikan 1,5 km masih belum dapat dilewati kendaraan baik roda dua maupun empat.

Bupati di hadapan masyarakat mengatakan, akan membangun benteng paret parit pada tahun anggaran 2015. Sedangkan untuk Kampung Paya Tampah, akan dibangun jalan disertai pelebaran.

Untuk itu, masyarakat agar melakukan musyawarah terlebih dahulu, karena dalam kegiatan tersebut tidak ada ganti rugi yang menjadi beban pemerintah. (indra/stc)

Foto: Ilustrasi/ajnn.net

40 Unit Rumah Transmigran Segera Dibangun di Tamiang

suara-tamiang.com - Bupati Aceh Tamiang H Hamdan Sati menandatangani surat keputusan (SK) calon penerima rumah transmigrasi yang direncanakan dibangun sebayak 40 unit pada tahun ini. 

Adapun lokasi proyek tranmigrasi tersebut di Alue Punti, Kampung Payah Tampah.Bupati didampingi Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs Ikwanuddin beserta Kabid Transmigrasi Tantawi Nawawi dalam pertemuan dengan calon warga transmigrasi, Senin (25/8) mengatakan, dengan sumber dana APBK yang terbatas pembangunan rumah tersebut tetap direalisasikan.

Terhadap kelengkapan perumahan, seperti listrik, bupati memerintahkan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera mengurusnya.

Dalam pertemuan dengan calon transmigran tersebut, bupati turut memperhatikan pendidikan anak-anak transmigran nanti. 

Apalagi jarak lokasi transmigrasi dengan sekolah di Dusun Brata sekitar 3 km, kurang memungkinkan untuk ditempuh anak sekolah.

Terkait hal ini, para calon transmigran memohon izin anak mereka tetap dapat mengikuti ujian, meski tidak aktif belajar di sekolah setiap hari. Mereka juga mengajukan untuk diberi tenaga pengajar (guru) di lokasi tersebut secara tetap. (indra/stc)

Foto: Ilustrasi/mediakontraktor.com

Bensin Habis, Pengguna Sepeda Motor di Tamiang Harus Beli Pertamax

suara-tamiang.com - Meski pemerintah melalui PT Pertamina sejak kemarin malam sudah mencabut kebijakan pengurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, namun dampak kebijakan yang sempat diberlakukan sebelumnya masih terjadi hingga Rabu (27/8).

BBM jenis bensin atau premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di lintasan jalan negara Kabupaten Aceh Tamiang kemarin sempat habis. 

Akibatnya, tidak ada pilihan lain masyarakat pengguna kendaraan termasuk sepeda motor mengisi bahan bakar Pertamax meski harganya terbilang mahal.

Kondisi tersebut terpantau di SPBU Nomor 14.244.434 Tanah Terban, Karang Baru, belasan pengemudi kendaraan roda dua antre untuk mengisi Pertamax di SPBU tersebut. 

Namun ada juga sesekali pengendara balik arah karena tidak mau mengisi Pertamax.Dek At, salah seorang pengendara sepeda motor saat ditanyai  mengatakan terpaksa mengisi Pertamax karena stok premium di SPBU itu sudah habis. 

Mahalnya harga BBM nonsubsidi itu membuat pengendara sepeda motor kelabakan."Biasanya isi premium Rp 25.000 full tank, tapi isi Pertamax hanya dua liter dapatnya," katanya.

Dia berpendapat, lebih baik harga premium dinaikkan daripada pasokannya dibatasi. Sebab aktivitas masyarakat jadi terganggu kalau BBM tidak tersedia.

Darwis, pengguna sepeda motor lain mengatakan, kelangkaan bensin tidak hanya terjadi di SPBU Tanah Terban, di SPBU lain juga terjadi hal serupa. 

Seperti di SPBU yang berada di jalinsum Medan-Banda Aceh, persisnya di perbatasan Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang, kawasan Seunebok Punti.

"Di SPBU Seunebok Punti bukan hanya stok premium yang habis, BBM jenis solar juga kosong," ujarnya.Pengawas SPBU Tanah Terban, Fery mengungkapkan, kemarin BBM jenis premium habis sejak pukul 08.00 WIB. 

Dia menyebutkan, pasokan baru datang sekira pukul 17.30 WIB.Solar Rp 10.000 Sementara itu dampak lain yang masih terlihat dari kebijakan pengurangan pasokan BBM bersubsidi lalu adalah kenaikan harga BBM di tingkat pedagang eceran.

Seperti di Kabupaten Aceh Selatan, anggota DPRK setempat Azmir SH mengungkapkan, berdasarkan pantauan mereka harga penjualan BBM jenis solar dan premium di tingkat pengencer melambung tinggi di atas harga normal.

Azmir menyebutkan, harga solar yang dijual secara eceran kemarin sempat tembus Rp 10.000/liter, jauh di atas harga normal sesuai HET Rp 5.500/liter.Sedangkan harga premium Rp 9.000/liter juga jauh di atas harga normal Rp 6.500/liter.

"Harga BBM jenis solar dan premium yang dijual secara eceran di kios-kios tembus Rp 10.000 atau jauh di atas harga normal. 

Sayangnya lagi, meskipun harga mahal mencekik leher masyarakat, keberadaannya pun sangat sulit karena saat ini sedang terjadi kelangkaan BBM," kata Azmir SH di Tapaktuan, Rabu (27/8).

Menurut Ketua PKPB Aceh Selatan ini, karena dihadapkan dengan kebutuhan mendesak, masyarakat sebenarnya siap membeli BBM jenis solar dan premium dengan harga tinggi, asalkan ketersediaannya cukup.

Karena itu, Azmir meminta pemerintah pusat melalui PT Pertamina segera mengambil kebijakan membuat program mendirikan stasiun pengisian bahan bakar non subsidi di daerah-daerah, agar memudahkan masyarakat mendapatkan BBM.

"Bagi masyarakat umum yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi, silahkan ke SPBU, dan bagi yang ingin menggunakan BBM untuk industri atau keperluan bisnis lain silahkan ke stasiun pengisian bahan bakar non subsidi, sehingga ada pilihan yang jelas bagi masyarakat," cetusnya. (dede/stc)

Foto: ISI BBM PERTAMX - Petugas SPBU mengisi bbm jenis Pertamax ke sepeda motor pelanggan akibat stok premium habis.(dede)

Jadi jalur masuk narkoba, polisi gelar razia rutin di Langkat

Written By Ucok Keling on Rabu, 27 Agustus 2014 | 17.52

suara-tamiang.com - Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, bersama Kepolisian Resor Aceh Tamiang, sepakat untuk melakukan razia rutin secara bersama-sama untuk mengungkap kejahatan yang terjadi di wilayah perbatasan kedua daerah.

"Kita sepakat bekerja sama untuk menindak para pelaku kejahatan di wilayah perbatasan," kata Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Yulmar Tri Himawan, di Stabat, seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/8).

Yulmar menjelaskan selain razia di perbatasan secara bersama-sama untuk menekan angka kriminal seperti penyeludupan sabu, ganja, pencurian kendaraan bermotor, juga disepakati kerja sama secara teknis dan berkesinambungan.

Selain itu juga melaksanakan rapat kordinasi secara periodik bersifat formal maupun non formal, serta tukar menukar informasi menjadi juru bicara di wilayah masing-masing dengan tujuan komunikasi berjalan dengan baik demi untuk kelancaran tugas.

"Razia wilayah perbatasan secara bersama-sama harus lebih diintensifkan lagi, agar tidak ada kecurigaan, sekaligus bisa mengeliminir sekecil mungkin aksi kejahatan yang terjadi," sambungnya.

Karena selama ini, razia yang dilakukan Polres Langkat di perbatasan bertujuan untuk menekan masuknya narkoba yang berasal dari Aceh seperti sabu, ganja, yang bisa merusak generasi muda.

Apalagi dari berbagai data diketahui bahwa 43 kasus narkoba berasal dari Aceh seperti terkait ganja dan sabu.

Termasuk mengungkap dua kilogram sabu yang tersangkanya juga merupakan warga Aceh, serta kasus dua senjata api juga dari daerah yang sama.

Kesepakatan ini disambut baik oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani yang juga turut hadir dalam pertemuan antara kedua pimpinan Polres itu.

AKBP Dicky Sondani juga mengungkapkan bahwa kasus yang menonjol di wilayahnya menangkut pencurian kendaraan bermotor, pelemparan bus, gua walet dan berbagai kasus lainnya."Ini sangat positip untuk menekan angka kejahatan yang terjadi di kedua perbatasan yang ada," katanya. (hhw/merdeka.com)

Foto: Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Polisi Aceh Tamiang Tangkap Dua Penembak Truk CPO

suara-tamiang.com - Satuan Reskrim Polres Aceh Tamiang menangkap dua pelaku penembakan truk tanki pengangkut CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) yang terjadi Jumat 22 Agustus 2014 sekira pukul 20.30 WIB di Desa Perkebunan, Kecamatan Rantau. 

Bersama para tersangka, polisi juga mengamankan sepucuk M16 yang sudah dimodifikasi. Tersangka yang ditangkap polisi masing-masing Maulan Zikir alias Puli bin Hamid (31) warga Dusun Pelita, Desa Matang Seping, Kecamatan Banda Mulia yang juga merupakan Panglima Sagoe KPA Wilayah Rantau serta Muhammad Fakri alias Ahmad (32) warga Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Bendahara. 

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Dicky Sondani SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi SH, Selasa (26/8) mengatakan, penembakan dua truk pengakut CPO milik PTPN Aceh masing-masing BL 8589 DZ warna orange dan BL 8709 DB terjadi Jumat (22/8) malam sekira pukul 20.30 WIB di Dusun Benih Tamiang, Desa Perkebunan, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Kedua pelaku mengendarai sepeda motor. Truk tanki yang jadi sasaran penembakan sedang parkir tanpa muatan. Terdapat lubang bekas peluru di tanki truk. 

Setelah kejadian, pemilik truk melapor ke polisi. Polisi langsung melakukan penyelidikan. Kecurigaan mengarah kepada Maulana Zikri dan Muhammad Fakri. 

Maka, pada Minggu (24/8) sekira pukul 02.30 WIB, polisi menangkap keduanya di Kantor KPA Dusun Bukit Suling, Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau. 

Awalnya tersangka tidak mengaku melakukan penembakan namun setelah diinterogasi lebih lanjut akhirnya mereka buka mulut. 

Polisi juga menyita barang bukti satu pucuk senjata api jenis M16 beserta dua magazin dan 15 butir peluru yang dikubur di lahan kebun dalam wilayah Dusun Matang Seping, Kecamatan Banda Mulia. 

Kepada polisi, Maulana Zikri mengaku sakit hati kepada pengusaha karena minta pekerjaan tidak diberikan. Tujuan menembak truk CPO tersebut hanya untuk menakut-nakuti pengusaha. 

Senjata M16 merupakan miliknya yang berasal dari masa konflik. Sebelum ke luar Aceh pada masa konflik, senjata tersebut ia tanam di kolam hampir 10 tahun lamanya sebelum akhirnya digunakan untuk menembak truk CPO. 

Saat menembak truk CPO ia mengeluarkan 3 sampai 4 tembakan dengan cara berdiri agar ditanggapi oleh pengusaha. (md/serambinews)

Foto: KASATRESKRIM Polres Aceh Tamiang, Iptu Benny Cahyadi SH dan stafnya Taufik, membawa dua tersangka penembak truk mobil pengangkut Crude Palm Oil (CPO) bersama barang bukti senjata M 16 di Mapolres Aceh Tamiang, Selasa (26/8). SERAMBI/ M NASIR 

Dekranasda Aceh Tamiang Datangkan Pelatih Tenun Songket

suara-tamiang.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Tamiang bekerjasama dengan Dinas Perindagkop mendatangkan pelatih kerajinan tenun songket asal Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang nantinya melatih kader tenun songket Aceh Tamiang yang sudah produktif.

Ketua Dekranasda Aceh Tamiang Iris Atika SPsi pada acara pembukaan pelatihan kerajinan tenun songket yang digelar di Gedung SKB Karang Baru, Senin (25/8) mengatakan, dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dan meningkatkan kualitas bidang perindustrian tenun songket, khususnya industri kecil di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dengan mampu meningkatkan produktivitas usaha kecil menengah tenun songket di Aceh Tamiang, InsyaAllah bisa memiliki daya saing," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perindagkop Aceh Tamiang Abdul Hadi yang juga ketua panitia mengatakan, pelatihan diikuti 10 peserta dari Kecamatan Seruway, yang selama ini dianggap eksis menekuni karya seni tenun songket. 

Nantinya peserta mendapat pelatihan selama 30 hari oleh pelatih Aspan Efendi (70) yang sudah berpengalaman selama 25 tahun menggeluti seni tenun songket di Desa Pekubuan, Tanjungpura. (dede/stc)

Foto: Ilustrasi/humasatim.blogspot

Wabup Aceh Tamiang: SKPK Harus Membuat Terobosan Program

suara-tamiang.com - Kinerja satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) Aceh Tamiang dirasakan belum maksimal. Dilihat dari program yang dijalankan, jika SKPK dalam menyusun program dan anggaran setiap tahun masih melakukan program rutinitas, itu bukan suatu keberhasilan, karena sesungguhnya keberhasilan itu diukur dari kemampuan membuat terobosan program yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Aceh Tamiang Drs Iskandar Zulkarnaen pada rapat koordinasi monitoring dan evaluasi program dan anggaran 2014, khusus pada sektor pertanian dan peternakan, di aula setdaakab, Jumat (21/8).

"Monitoring dan evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan, pencapaian dan penyerapan anggaran serta kendala yang dihadapi. 

Monitoring dan evaluasi merupakan pemantauan pelaksanaan kegiatan, bukan mencari kesalahan. Akan tetapi akan membantu untuk melakukan tindakan perbaikan secara berkelanjutan," katanya.

Menurut wabup, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam monitoring dan evaluasi tersebut, terutama pada sektor pertanian dan peternakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Seperti mengurangi bahkan menghapus program dan kegiatan rutinitas atau membuat program lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani.

"Seperti yang terlihat di sana-sini, masih banyak lahan terlantar yang tidak dimanfaatkan, tentunya hal ini harus menimbulkan ide dan gagasan dari dinas terkait, untuk dimasukan dalam program bantuan tanaman yang berguna atau bernilai ekonomis sebagai pendapatan masyarakat," cetusnya.

Hal lain, adalah selektif dalam memberikan bantuanagar tercapai pemerataan, sehingga dapat dirasakan peningkatan keberhasilan dari sisi perekonomian masyarakat.

"Tak kalah penting adalah meningkatkan semangat masyarakat dengan memberikan pelayanan yang maksimal, menghilangkan imej negatif di masyarakat dan memberlakukan sikap keterbukaan agar lebih bersinergi," tuturnya.

Wabup mengingatkan, besarnya anggaran untuk sarana dan prasarana sektor pertanian pada anggaran 2014 yang bersumber dari APBN, yakni berkisar Rp 16 miliar, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan sebaliknya menjadi sia-sia.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Ir Razali Adami mengatakan, monitoring dan evaluasi merupakan laporan yang menjadi persyaratan ke depan untuk memperoleh anggaran tambahan, baik pada tahun berjalan atau pada anggaran tahun selanjutnya.

Tapi dia menyatakan bangga dengan laporan monitoring dan evaluasi Dinas Pertanian Aceh Tamiang. "Karena masih ada daerah lain yang belum membuat laporan ke Dinas Pertanian Aceh," ucapnya. (indra/stc)

Foto: Ilustrasi/panoramio.com

Persipura Mengamuk Hancurkan Juara Bertahan AFC Cup

Written By Suara Tamiang on Selasa, 26 Agustus 2014 | 21.31

suara-tamiang.com - Persipura Jayapura sukses menghancurkan juara bertahan dan klub tersukses di ajang AFC Cup, Kuwait SC, dengan skor 6-1, di leg kedua perempatfinal yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (26/8/2014). Saat leg pertama Persipura kalah 2-3 dari Kuwait SC, 20 Agustus 2014 lalu. Sehingga agregat 8-4 untuk Persipura.

Enam gol bersarang ke gawang Kuwait yang dikawal Musab Al Kandari, dengan Robertino Pugliara menjadi bintangnya yang mencetak hattrick.

Dengan demikian, Persipura menjadi klub asal Indonesia pertama yang lolos ke semifinal AFC Cup dan menjadi yang kelima dari Asia Tenggara.

Jalannya Pertandingan
Persipura langsung unggul cepat berkat gol Robertino Pugliara di menit kedua. Gol bermula dari sepak pojok Boaz Solossa yang berhasil dimanfaatkan Bio Paulin. Bio kemudian mengirimkan bola kepada Robertino yang disambut pemain asal Argentina tersebut dengan tendangan salto. 

Setelah itu, Persipura mendapatkan tekanan dari kubu lawan. Beruntung, kiper Yoo Jae Hoon tampil cemerlang dengan menepis sejumlah tembakan Kuwait SC. 

Sayang, Mutiara Hitam harus kehilangan bek terbaiknya, Bio Paulin, pada menit ke-17. Ia harus ditarik keluar karena mengalami cedera. Sebagai gantinya Bio, pelatih Persipura Jayapura, memasukkan Dominggus Fakdawer. 

Di balik tekanan lawan, Persipura menyelipkan sejumlah ancaman. Pada menit ke-25, Gerald Pangkali berhasil melepaskan tembakan dari umpan yang dikirimkan Ruben Sanadi. Sayangnya, tembakan Gerald masih melambung.

Persipura coba berusaha mengendalikan permainan jelang turun minum. Boaz yang berdiri di dalam kotak penalti sempat memberikan umpan matang kepada Titus Bonai pada menit ke-35. Sayang, peluang tersebut gagal dimanfaatkan Tibo karena bola berhasil dibuang pemain lawan. 

Namun, Boaz tak membuang peluang pada menit ke-42. Ia berhasil menciptakan gol indah dengan  melepaskan tembakan dari jarak jauh saat melihat kiper lawan maju meninggalkan sarangnya. 

Robertino kembali mencatatkan namanya melalui gol pada masa injury time. Gol berawal dari kejelian Tibo mengirimkan umpan matang kepada Robertino di dalam kotak penalti lawan. Robertino kemudian melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Kuwait SC. 

Gol ini sekaligus memantapkan keunggulan Persipura dengan skor 3-0 pada babak pertama.

Di babak kedua Persipura kembali memperlebar keunggulan 4-0 berkat gol Tibo pada menit ke-51. Gol berawal dari tembakan Boaz yang mampu ditepis lawan. Tibo kemudian menyambut bola rebound tersebut dengan sepakan keras yang berujung gol. 

Namun, Persipura kebobolan oleh gol tandukan Reza Ghoochannejhad pada menit ke-65. 

Dua menit berselang, Persipura mencetak gol balasan melalui aksi Robertino, sekaligus memastikan hattrick-nya. Dengan skill individu luar biasa berhasil mengecoh tiga pemain lawan, sebelum mencetak gol. Gol ini membuat Persipura unggul 5-1.  
 
Persipura semakin di atas angin setelah Kuwait SC bermain dengan 10 pemain. Reshidi diganjar kartu kuning kedua usai melanggar karena menendang perut kiper Yoo Jae Hoon.

Persipura baru bisa mencetak gol tambahan melalui aksi individu Ferinando Pahabol di menit tambahan waktu di babak kedua. Ia berhasil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan dan kemudian melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung kiper lawan. 

Laga pun usai dan skor 6-1 mengantarkan Mutiara Hitam ke fase selanjutnya dengan kebanggaan karena yang jadi korban adalah klub yang tiga kali kampiun di Piala AFC.

Susunan Pemain:

Persipura:
 Yo Jae Hoon; Ruben Sanadi, Yohanis Tjoe, Bio Paulin/Fakdawer, Lim Jun Sik, Gerald Pangkali, Robertino Pugliara, Wanggai, Tinus Pae, Titus Bonai, Boaz Solossa.

Kuwait SC: Kandari, Shaheen, Jesus, Alenezi, Hammami, Jumah, Reza, Bastos, Al Shammari, Al Sanea, Al Rashidi. (fmh/okezone)
.
.
 
Support : Jasa Design Blogger Template | Free Template
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved