Headlines News :

BERITA TERKINI

TK dan PAUD di Atam Terima Manfaat Dana APBK dan Otsus

Written By Suara Tamiang on Rabu, 29 Oktober 2014 | 21.15

suara-tamiang.com, KARANG BARU | Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terus meningkatkan sarana pendidikan berupa bangunan ruang kelas taman kanak kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memanfaatkan dana anggaran pendapatan belanja kabupaten (APBK) dan dana otonomi khusus (Otsus) tahun 2014.
 
Berdasarkan data yang dihimpun STC, Pemerintah Aceh telah menggelontorkan 2,8 milyar lebih dari anggaran APBA 2014 untuk pembangunan sarana pendidikan dasar. Diantaranya, sembilan bangunan ruang kelas TK dan dua PAUD, masing masing tersebar di tujuh Kecamatan. Dengan pagu anggaran yang diterima setiap sekolah sebesar Rp. 220.506.000,00.
 
Dari data yang dihimpun, sebelas sekolah penerima dana pembangunan ruang kelas tersebut antara lain TK Gunung Pandan Kecamatan Tenggulun, TK Babul Ilmi Kec. Manyak Payed, TK Cending Ayu, TK Nurul Aulia, TK Umi Al-Qiram Kec. Tamiang Hulu, TK Remi Kec. Bandar Pusaka, TK Pematang Durian Kec. Sekrak, TK Islam Nurul Ala Kec. Bendahara, TK Bengkelang Kec. Bandar Pusaka, TK  Pedesaan Sukarahmat Kec. Rantau dan PAUD satu atap dusun simpang tiga serta PAUD Peduli dusun Alur Tani I Kecamatan Tamiang Hulu.
 
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Aceh Tamiang, melalui KabidDikdas, Muchlis S.Pd ketika ditemui STC Senin (27/10) kemarin diruang kerjanya.
 
Dalam tahun ini memang ada pembangunan ruang kelas yang bersumber dari dana Otsus, yang dialokasikan untuk peningkatan sarana pendidikan, namun secara rinci saya belum lihat datanya, ujar Mukchlis.
 
Selain peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, Muchlis menjelaskan saat ini Pihaknya, sedang gencar melakukan peningkatan kompetensi (SDM) guru, agar terciptanya layananan pendidikan yang lebih baik.
 
Tanpa didukung pemenuhan media pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, pendidikan juga tidak akan berjalan secara efektif. Untuk itu ketiga unsur ini harus berjalan seiring dalam proses peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang, katanya.
 
Masih kata pejabat Disdik yang terkenal ramah dengan wartawan ini bahwa dengan adanya dukungan kucuran dana dari Propinsi untuk membangun fasilitas pendidikan, maka kedepan sarana pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang bertambah lebih baik. Sehingga kualitas pendidikan nantinya akan semakin unggul, dan diharapkan mampu melahirkan siswa siswi berprestasi.
 
Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya, juga harus diiringi dengan penambahan bangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Tahun depan kita usulkan lagi penambahan fasilitas pendidikan ini“, sebut Muchlis. (Rico Fahrizal)

Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik Gemar Merokok dan Punya Tato

Written By Suara Tamiang on Selasa, 28 Oktober 2014 | 08.48

suara-tamiang.com, JAKARTA | Presiden Jokowi menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai menteri kelautan dan perikanan. Meski hanya tamatan sekolah menengah pertama (SMP), Susi mampu menjadi pengusaha sukses berkat memulai bisnis di bidang perikanan hingga maskapai melalui Susi Air yang dikembangkannya.

Dikutip dari berbagai sumber, Susi dikenal memiliki kepribadian cuek. Bahkan, ia tidak segan langsung merokok di kompleks Istana Kepresidenan, ketika baru saja usai pengenalan nama 34 menteri oleh Jokowi. “Setop dong, biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” ujar presiden direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product tersebut kepada wartawan, Ahad (26/10).

Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini paling gemar dengan cerutu Kuba. Dia juga memiliki kebiasaan unik dengan mentato betis kanannya. Dari berbagai sumber, ada yang bilang tato burung merak, ada yang menyebut gambar lobster menghiasi tungkai kaki kanannya.
Atas ulah nyentriknya itu, ia ramai dibincangkan di forum Kaskus. Di luar penampilannya yang cuek, harus diakui ia memiliki rekam jejak mumpuni sebagai pengusaha. Selamat bekerja Bu Susi. (Republika.co.id)

Rembug Paripurna KTNA Aceh Tamiang Direncanakan Pertengahan November

suara-tamiang.com, KARANG BARU | Rembug Paripurna ke III Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Aceh Tamiang direncanakan akan digelar pertengahan November yakni pada tanggal 18 November mendatang di Grand Arya Hotel. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan Rembung III KTNA Aceh Tamiang M.Nurdin kepada STC Selasa (28/10).

"Keputusan pelaksanaan rembung paripurna tanggal 18 November 2014 di Grand Arya Hotel, berdasarkan hasil rapat pengurus Harian KTNA Kabupaten Aceh Tamiang baru-baru ini di Cafe Alam Asri ,yang rapat tersebut turut juga di hadirin oleh Bapak Abbas,SP dari Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang",jelas M.Nurdin yang juga menjabat sebagai Sekretaris KTNA Aceh Tamiang.

Menurutnya, jumlah peserta yang berhak mengikutin Rembung Paripurna berjumlah 70 orang dengan rincian 36 orang sebagai Peserta Utama dan 34 Orang sebagai peserta peninjau.Peserta utama berasal dari. 3 orang pengurus KTNA Kabupaten (Ketua,Sekretaris dan Bendahara ) dan 3 orang pengurus KTNA dimasing -masing Kecamatan (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) dan peserta peninjau berasal dari pengurus KTNA Kabupaten dan 2 orang pengurus KTNA di masing -masing kecamatan (berdasarkan surat mandat dari Ketua kecamatan) .

"Syarat-syarat untuk maju sebagai calon ketua KTNA harus mendapat dukungan minimal 4 dukungan dari KTNA kecamatan dan pernah menjadi pengurus KTNA Kabupaten atau pengurus harian KTNA Kecamatan satu periode ",jelasnya

Kendati pelaksanaan rembug paripurna baru akan digelar bulan depan, dia memprediksi akan ada nama nama baru yang akan menghiasi bursa calon Ketua KTNA Kabupaten Aceh Tamiang. “Saya secara pribadi berkeyakinan rembug paripurna nanti akan melahirkan pemimpin dari generasi muda yang tentu memiliki kualitas leadership dalam mengarahkan roda organisasi yang tentu bisa bersinergi dengan arah pembangunan daerah kedepan,” pungkasnya

Lebih lanjut Nurdin menjelaskan menjelang rembung paripurna tersebut, sejumlah nama calon ketua untuk memimpin organisasi itu selama 5 tahun ke depan mulai mencuat. Nama-nama tersebut antara lain AT.Kuayan,Ismail,Miswanto Suwarno dan Hendra. (M. Hendra Vramenia)


Teks Photo : Ketua Panitia Pemilihan Rembung Paripurna ke III KTNA Kabupaten Aceh Tamiang M.Nurdin (MHV/STC)

Warga Suka Rakyat Digegerkan Dengan Temuan Bayi

suara-tamiang.com, RANTAU | Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak inilah takdir seorang bayi perempuan yang ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) persis di depan rumahnya Kampung Suka Rakyat, Kecamatan Rantau Kab. Aceh Tamiang (Atam), Sabtu (25/10) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari.
 
Temuan bayi ini menggegerkan warga setempat. Sebab, bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan seberat 3,5 kilogram itu harus menerima kenyataan pahit bahwa kelahirannya tak diinginkan oleh orang tua kandungnya.
 
Saat warga sekitar melihat dikediaman Ibu Suria tampak bayi sudah bersih dari noda darah seperti siap persalinan. Dirinya mengaku sangat terkejut dengan penemuan sosok bayi perempuan didepan rumahnya pada waktu hampir menjelang shubuh, bersamaan pula dengan masuknya tahun baru Islam, 1 Muharram 1436 Hijriah.
 
“Dari kamar tidur, saya mendengar suara gaduh seperti menyenggol benda yang ada diteras. Saya berpikir apakah ada binatang musang yang berseliweran didepan rumah, karena penasaran akhirnya saya dan suami memutuskan untuk melihat keluar”. Ungkap Suria dengan menggendong bayi malang itu.
 
Masih kata Suria, Saat pintu rumah terbuka dilihat disekeliling teras dan tepat di kursi panjang terbuat dari bambu tergeletak sesosok tubuh bayi  yang dibalut kain panjang berwarna merah, saat diangkat tubuh bayi ini masih terdapat noda darah seperti siap bersalin.
 
Suria mengaku terkejut bercampur bahagia, sebab dirinya dan suami belum dikaruniai seorang anak perempuan. Pasangan suami istri ini dikarunia tiga orang anak laki-laki yang sudah tumbuh dan duduk dibangku sekolah. Kepada warga yang berkunjung kerumahnya, Suria selalu mengatakan akan membesarkan dan mengasuh bayi ini selayaknya seperti anak kandungnya sendiri.
 
Terkait temuan bayi malang itu, STC menemui salah seorang tokoh masyarakat warga Kampung Suka Ramai 2 Kec, Seruway, Kab. Atam M. Sundy Chandra yang masih ada ikatan hubungan keluarga dan bersebelahan kampung dengan Ibu Suria dan suami, hal ini sudah dilaporkannya kepada pihak yang berwajib.
 
“Sudah saya informasikan via sms (short message sending) kepada Kapolsek Rantau, dan saya teruskan informasi temuan bayi ini kepada Kasat Reskrim Polres Atam. Tapi sejauh ini belum ada dapat balasan sms dari keduanya”, sebut Chandra.
 
Dirinya mengaku, terkait temuan ini meminta agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan dikampung, mengingat dirinya sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian setempat. “Rezeki Ibu Suria, karena dia belum dikarunia anak perempuan”, pungkas Chandra. (Rico Fahrizal)

Teks Foto :  Ibu Suria (timang bayi) didampingi Ibu Marsih (tengah) dan anak perempuan yang merupakan istri dan anak dari M. Sundy Chandra tokoh masyarakat setempat saat berada di kediaman Ibu Suria. (Realitas/Rico Fahrizal)

KNPI Atam Tampilkan 10 Grup Band Terbaik di Hari Sumpah Pemuda

suara-tamiang.com, KARANG BARU | Audisi festival band yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/10) di MA Studio Karang Baru, akhirnya meloloskan sepuluh grand finalis band terbaik yang akan tampil pada Hari Sumpah Pemuda (HSP) 28 Oktober mendatang.
 
Seleksi Band tersebut di ikuti oleh 33 peserta dari berbagai Daerah. Kesemua group band yang berhasil lolos itu sudah melalui tahapan proses seleksi yang begitu ketat. sesuai kriteria penilaian para juri yang telah ditetapkan pada tekhnical meeting sebelumnya, diantaranya: kekompakan group, pemilihan lagu dan Arasmen musik. Ungkap Ketua KNPI Aceh Tamiang, Adlin Nur ketika ditemui STC minggu (26/10) di ruang kerjanya.
 
Dalam menentukan group band yang bakal maju kebabak selanjutnya, Adlin mengatakan,kami sudah melibatkan tiga orang dewan juri yang berkompeten dalam hal musik, yaitu Rudy (waka kesenian KNPI), Zulfadli (musisi senior dari kota langsa) dan Ahmad dahlawi (ahli musik). Keputusan mutlak berada ditangan dewan juri, tentunya berdasarkan hasil penilaian, Kata tokoh pemuda berlesung pipit manis ini.
 
Berdasarkan data yang diterimanya dari panitia seleksi, sepuluh band yang akan berkompetisi pada putaran kedua tersebut, yaitu E four five (E.45), Vektar four danger, Trick Band, Roxx, NTTL , Chopper Kid, Beras Merah Indonesia (BMI) masing-masing berasal dari Aceh Tamiang. sementara, Group Band Mr.Pipet, Eyang subur, serta Cartoon berasal dari Kabupaten Langkat Sumatra Utara dan Kota Madya Langsa, terang Adlin. (Ra.rf/Ra.zn)

Hari Ini Pertamina Jelaskan Soal Kasus Pencurian Minyak

Written By Ucok Keling on Senin, 27 Oktober 2014 | 11.24

suara-tamiang.com, Aceh Tamiang | PT Pertamina EP Field Rantau Region Sumatera, hari ini, Senin (27/10) akan menggelar konferensi pers terkait penemuan tiga sumur mini buatan yang digunakan untuk menimbun minyak mentah hasil curian dari salah satu jalur pipa minyak, di kawasan Pasar Pagi Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

"Berhubung Pak Jupri selaku Legal Asisten Relation Humas dan Umum belum pulang dari Jakarta, kami belum bisa memberi keterangan resmi. 

Kemungkinan hari Senin beliau sudah pulang dan langsung menggelar konfrensi pers. Di pertemuan nanti Kepala Security EP Rantau Pak Nasbin juga kami hadirkan untuk menjelaskan kronologis penemuan hari itu," kata Public & Government Relation Staff Herisim Sembiring kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Namun Heri sedikit menceritakan, pihaknya mengetahui pencurian minyak tersebut dari laporan masyarakat yang menemukan gulungan selang di rawa-rawa di belakang rumah warga. 

Kemudian petugas yang diutus mencium adanya bau minyak tumpah.Sebelumnya warga menganggap pipa minyak milik Pertamina bocor, lalu melaporkan ke bagian security dan langsung ditanggapi. 

Tapi saat dilakukan pemeriksaan pipa, bukan kebocoran tapi pipa dibor untuk dipasangi kran.

Setelah diselidiki, selang sepanjang ratusan meter tersebut bermuara di salah belakang rumah penduduk. 

Selanjutnya petugas Pertamina berkoordinasi dengan aparat Polsek menggeledah rumah tersebut dan berhasil menemukan sejumlah jerigen dan tiga sumur cincin semen ditimbun tanah. 

Satu sumur yang paling dalam waktu dicolok menggunakan kayu, masih ada sisa minyak sekitar satu meter.

Sementara beberapa jerigen yang ditemukan di lokasi sudah tidak baru lagi, karena ada bekas minyak melekat. 

"Kalau kami prediksi praktik pencurian minyak tersebut sudah berlangsung lama. Tapi warga yang ingin melaporkan tidak berani, takut jiwanya terancam dan sebagainya," paparnya.

Siapapun pelakunya, menurut Herisim, harus diungkap, sebab ini sudah masuk kejahatan investasi, aset milik negara yang dirusak. (dede/stc)

Foto : Ilustrasi/blogspot

CPNS Formasi K1 dan K2 Atam Ikuti Prajab

suara-tamiang.com, KARANG BARU | Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan 1 dan golongan 2 formasi honorer kategori I dan II di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Tamiang mengikuti diklat pra jabatan. Diklat prajab ini dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 27 oktober hingga 1 november 2014.

Diklat prajab ini dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Drs Iskandar Zulkarnaen MAP di aula SKB Karang Baru pada senin (27/10). 


Menurut Wabup, prajab perlu dilaksanakan untuk memahami wawasan kebangsaan dan lebih memahami tugas-tugasnya dalam memberikan pelayanan.

Disamping itu juga untuk memahami sikap untuk tidak korupsi, memahami peraturan dan peran Aparatur Sipil Negara (ANS) serta memahami hak dan kewajiban PNS, demikian papar Wabup Drs Zulkarnaen MAP.

Sementara itu Kepala BKPP Aceh Tamiang Samsuri SE dalam laporannya mengatakan, diklat prajab akan diikuti oleh 65 peserta dan akan dilaksanakan di SMA 2 Percontohan Karang Baru. Diklat berlangsung dari jam 8.00 sampai denga 18.00 wib. (Yeddi/STC)


Foto : Ilustrasi/seskoal.tnial.mil.id

16 Ha Tanaman Kedelai di Kampung Serba Terendam Banjir

Written By Suara Tamiang on Minggu, 26 Oktober 2014 | 22.15

suara-tamiang.com, BANDAR PUSAKA | Sekitar 16 hektare tanaman kedelai di areal Kelompok Tani Sekar Wangi Kampung Serba Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang terendam banjir akibat hujan deras yang menguyur beberapa hari terakhir. Kondisi genangan air ini menyebabkan matinya tanaman kedelai,yang di sebabkan genanngan air berlangsung lebih dari tiga hari.  

Hal tersebut di sampaikan Ketua Kelompok Tani Sekar Wangi Marhaban kepada STC,Minggu (26/10).

Menurut Marhaban,lahan tanaman kedelai yang terendam banjir seluas 16 Hektare merupakah program penangkaran Benih kedelai  yang bersumber dari anggaran APBA tahun 2014. Sebagian besar tanaman kedelai yang terendam banjir baru berusia dua sampai sepuluh hari masa tanam.

"16 Ha lahan kedelai yang terendam banjir semuanya lahan yang di kelola oleh anggota kelompok Tani Sekar Wangi,yang terdiri dari lahan Jailani sebanyak 2 Ha,Kandar sebanyak 2 Ha,Heri sebanyak 2 Ha,Mahaban sebanyak  0,5 Ha,Kanto sebanyak 4 Ha,Sasa sebanyak 3 Ha,Wati sebanyak 1 Ha,Hendrik sebanyak 1 Ha dan lahan Ramli sebanyak 1,5 Ha",jelas Ketua Kelompok Tani Sekar Wangi.  

Untuk menindak lanjuti persoalan ini,pihak kelompok Tani Sekar Wangi telah melakukan pendataan dan melaporkan perihal ini kepada Koordinator BPP kecamatan Bandar Pusaka,Matri Tani Kecamatan Bandar Pusaka,KTNA Kecamatan Bandar Pusaka,dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dengan laporan ini diharapkan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang bisa memberikan solusi. Sehingga, kegiatan di sektor tanaman kedelai di Kampung Serba bisa bangkit kembali,’’ kata Marhaban.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang melalui pengawas Benih dan tanaman Nurdin yang di konfirmasi STC mengenai hal ini ,membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari kelompok tani Sekar Wangi yang lahan kedelai sebanyak 16 Ha terendam Banjir.

"Saat menerima laporan,saya lagi berada di luar kota,dan annggota saya sudah turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi di lapangan dan hasil dari lapangan akan di sampaikan langsung kepada kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang dan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Aceh",jelas Nurdin. (M. Hendra Vramenia/STC)


Teks Photo : Tanaman Kedelai Kelompok Tani Sekar Wangi Kampung Serba Kecamatan Bandar Pusaka musnah terendam banjir.(MHV/STC)
.
.
 
Support : Komunitas Tamiang Cyber (KOMTER) | Akta Notaris No. 08 Tanggal 23 November 2013 Sekretariat : Jl. Ir. H. Juanda No. 180 Dsn. Rukun Kec. Karang Baru - Aceh Tamiang
Copyright © 2011. Suara Tamiang - All Rights Reserved